terasbanua.my.id, Banjarmasin, Menanggapi kasus penusukan pelajar di SMA Negeri Banjarmasin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, Muhammadun pun angkat bicara.
Atas peristiwa itu, dirinya mengaku sangat menyayangkan kejadian itu bisa terjadi di lingkungan dalam sekolah.
“Kasus ini jadi bagian evaluasi pihaknya tentang karakter peserta didik kepada seluruh SMA, SMK dan lainnya,” kata Madun, usai mengunjungi SMAN 7 Banjarmasin, Selasa (1/8/2023)
Begitu juga kasus penusukan dari pelaku berinisial ARR yang membawa senjata tajam berupa pisau di sekolah turut jadi perhatian serius pihaknya.
Langkah awal dilakukan pihaknya adalah dengan memperketat pintu masuk sekolah menggunakan metal detector.
“Saya langsung instruksikan kepala bidang untuk membeli metal detector guna menghindari benda-benda bahaya yang di bawa siswa,” jelasnya.
Kemudian sekolah harus memiliki loker untuk siswa menyimpan barang-barang mereka terutama buku pelajaran siswa.
Selain itu, tentunya memaksimalkan keberadaan dan fungsi CCTV di ruang-ruang kelas untuk memantau langsung aktivitas siswa.
Di samping itu, menanggapi kasus penusukan tersebut, menurutnya bukan dilatar belakangi pembullyan ataupun perundungan seperti berita yang beredar.
“Tidak benar bullying. Mereka bercanda, satunya begini satunya begitu lalu timbul sifat emosi. Itulah sifat remaja belum stabil,” jelasnya.
Berkaca dari peristiwa ini, Ia pun meminta kepada seluruh orang tua untuk selalu memantau gerak gerik anak meski sudah mempercayakan anak pada sekolah.
“Dipantau, dicek-cek anaknya. Sudah makan belum. Perut kosong juga bisa mempengaruhi, termasuk smartphonenya,” pungkasnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






