terasbanua.co.id, Barabai – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), H Aulia Oktafiandi memantau proses pembangunan jembatan permanen di Desa Alat Kecamatan Hantakan, Rabu (10/1/2024).
Sebelumnya, masyarakat Alat mengeluhkan kondisi jembatan darurat. Sebab sering hancur diterjang arus sungai bila terjadi kenaikan air.
Harapan masyarakat di sana, dibangun jembatan permanen sebagai pengganti jembatan darurat. Harapan masyarakat itu diwjudkan Pemkab HST melalui Dinas PUPR setempat.
“Semoga ini bisa jadi solusi. Jangan sampai terkesan pemerintah tidak pernah membantu. Padahal sebenarnya kami memberi solusi pembangunan jembatan permanen yang bahkan bisa dilewati roda empat,” kata Aulia.
Jembatan itu dibangun 300 meter dari lokasi jembatan darurat. Karena di lokasi sebelumnya, struktur tanah tidak stabil dan bentang semakin lebar karena tergerus air.
Jembatan permanen penghubung Alat ditargetkan selesai 31 Desember 2023. Mengingat kondisi, ada tambahan waktu 50 hari setelah kontrak berakhir.
“Ini yang perlu kita konfirmasi. Kepastian kapan selesainya, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membuat jembatan darurat untuk akses ke seberang, demikian sebaliknya,” tegas Aulia.
Bupati Aulia berharap pembangunan jembatan itu diawasi betul-betul. Sehingga selesai dengan tambahan waktu yang diberikan.

Kepala Dinas PUPR HST, Syahidin menyebut pelaksanaan kontrak dari 12 Juli – 31 Desember 2023 ada beberapa kendala di luar kemampuan kontraktor.
Syahidin memaparkan kendalanya yakni, perubahan struktur pondasi abutmen yang memerlukan waktu dari penyelidikan sampai adanya rekomendasi tim ahli. Juga keterlembatan pabrikasi baja gurder jembatan dan expedisi sampai di lokasi.
Atas dasar itu, ridak memungkinkan penyelesaiannya sampai berakhir kontrak 31 Desember 2023 itu.
“Berdasarkan hasil rapat dan pertimbangan Jaksa dari Kejaksaan Negeri HST, penyedia diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan selama 50 hari kalender,” tutup Syahidin.
Reporter: HN Lazuardi






