terasbanua.my.id, Barabai – Jambore kader posyandu di Hulu Sungai Tengah (HST) menghadrikan narasumber ahli gizi ternama, Rabu (17/7/2024).
Dia seorang dokter dan juga penulis terkenal. Namanya, Tan Shot Yen.
Tan Shoet Yen lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Selesai pendidikan Profesi Kedokteran Negara FKUI pada1991.
Kemudian, Tan meneruskan pendidikan magisternya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan mendapatkan gelar tertinggi akademik sebagai Doktor Ahli Gizi Komunitas di FKUI pada 2014. Dia punya 3 titel pada namanya, Doktor, dokter dan Magister Humaniora.
Banyak pemikiran, gagasan, perspektif, dan diskursus yang telah disampaikan Tan ke publik lewat berbagai media.

Dari momen kehadiran Tan Shot Yen itu Bupati HST, H Aulia Oktafiandi berharap peserta Jambore Kader Posyando dapat mengambil ilmu yang didapat dari sang narasumber. Sehingga dapat memberikan penjelasan kepada para orang tua anak.
“Baik itu ilmu parentingnya dan bagaimana memberikan gizi yang baik untuk anak,” kata Aulia usai membuka Jambore Kader Posyando di Pendopo Bupati HST.
Bupati Aulia juga berharap peserta jambore dapat menggali semua ilmu dari Tan. Sehingga dapat diterapkan dalam posyando.
“Kami harap Dinas Kesehatan (Dinkes) HST terus memonitor perkembangan keaktifan pada posyandu maupun angka vital yang menjadi indikator kesehatan di kabupaten kita ini,” pinta Aulia.
Sebelumnya, Dinkes HST didukung TP-PKK serta lintas sektor terkait dalam Pokjanal menggelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten HST.
Jambore yang mengangkat tema “Bersama Kader Posyandu Mewujudkan Transformasi Kesehatan Untuk Banua” ini dibuka Bupati HST, H Aulia Oktafiandi.
Jambore dilaksanakan selama 2 hari. Mulai diselenggarakan pada 17-18 Juli 2024 di Dinas Kesehatan dan Pendopo HST.
Total ada 190 kader yang hadir dalam jambore itu. Ditambah 110 undangan lainnya.
Bupati Aulia dalam sambutannya mengajak para kader untuk bisa berperan aktif agar 1000 hari pertama anak dapat memperoleh gizi dan kesehatan terbaik. Hal itu sebagai modal awal mereka dalam menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka pada 2045 mendatang.
“Anda (para peserta jambore), kami minta untuk bisa menjadi org tua kedua mereka. Dengan kasih sayang yang sama, kami harap kader posyandu bisa memberikan ilmu dan mengajak para orang tua untuk sadar pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak mereka,” harap Aulia.
Kepala Dinkes HST, Dokter Desfi Delfiana Fahmi menyebut jambore dilaksanakan dalam upaya agar pelayanan promotif dan preventif posyandu dapat berjalan sesuai standar.
“Bertujuan meningkatkan kinerja kader posyandu,” tegas Desfi.
Reporter: HN Lazuardi






