terasbanua.my.id, Banjarmasin – TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Kota Banjarmasin terus berupaya mengendalikan inflasi, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi di kemudian hari. Salah satu upayanya dengan menggelar workshop Capacity Building.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor itu turut dihadiri Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman, Kepala Bagian Ekonomi, Siane Apriliawati, Forkopimda, Tim Pengendali Inflasi Daerah serta jajaran terkait, Selasa (12/9/2023)
Wakil Wali Kota Banjarmasin, dalam sambutannya, mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua peserta dan pelaksana kegiatan tersebut,”Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan komitmen bersama dalam menghadapi inflasi di wilayah masing-masing dan menganalisis implementasi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” ujar H Arifin Noor.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan semua anggota TPID Kota Banjarmasin yang turut serta dalam penyusunan roadmap dan peta jalan pengendalian inflasi daerah serta program unggulan TPID.
“Inflasi ini merupakan permasalahan dalam sektor ekonomi yang dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat, dan menjaga stabilitas ekonomi daerah menjadi hal yang penting,” ucapnya.
“Dalam pengembangan indeks harga konsumen inflasi kota Banjarmasin pada bulan Agustus, tercatat inflasi sebesar 0,02% year on year dan 1,50% year to the year. Beberapa faktor pendorong inflasi antara lain harga ikan gabus, biaya angkutan udara, tarif gunting rambut pria, ikan peda, dan cat tembok. Sedangkan beras, bawang merah, pepaya, obat-obatan dengan resep, bahan bakar rumah, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penahan inflasi,” sebutnya.
Ia kemudian berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja TPID Banjarmasin dan menekan laju inflasi menjadi 3%.
“TPID Kota Banjarmasin juga diharapkan dapat lebih responsif terhadap perubahan yang terjadi di pasar guna menjaga stabilitas harga. Kolaborasi dan diskusi yang produktif diharapkan dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan inflasi di masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi, Siane Apriliawati, menyebutkan perkembangan atau angka inflasi kota Banjarmasin sepanjang tahun 2023 secara bulanan sangat baik, bahkan ada 2 bulan yaitu pada bulan Mei dan juli Banjarmasin mengalami deflasi.
“Jadi itu penurunan yang signifikan untuk inflasi bulanan, sedangkan berdasarkan tahun kalender atau year to date cenderung meningkat dari bulan Januari itu 0,15% hingga Agustus yang lalu di angka 1,50% dan untuk inflasi tahunan atau year on year dari bulan Januari di angka 6,04% yang cenderung mengalami penurunan hingga pada bulan juli sebesar 4,06%,” sebutnya.
“Inflasi kota Banjarmasin ini memang di urutan ketiga tertinggi untuk bulan Agustus. Karena itu patut kita waspadai bersama agar dapat dikendalikan. Semoga dengan kegiatan hari ini kita mendapatkan pencerahan dari para narasumber untuk kita mampu mengendalikan inflasi ke depan,” tutupnya.
(Diskominfotik/Hamdiah)






