terasbanua.my.id, Barabai – Iklim pendidikan di Hulu Sungai Tengah (HST) naik signifikan pasca-meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia.
Se Kalimantan Selatan (Kalsel) bahkan se Pulau Kalimantan, HST satu-satunya kabupaten yang meraih 3 kategori penghargaan dari kementerian pada 2024 ini. Sebelumnya, pada 2023 juga meraih 1 penghargaan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati HST, H Aulia Oktafiandi di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (5/7/2024) malam.
Tiga penghargaan yang didapat pertama kategori anugerah utama, transformasi pembelajaran dan transformasi anggaran pendidikan.
Bupati Aulia menjelaskan penghargaan itu merupakan hasil dari penerapan Kurikulum Merdeka pada seluruh satuan pendidikan di HST.
“Selama dua tahun kami betul-betul mengadaptasi kurikulum tersebut. Kurikulum merdeka kami anggap sesuai dengan tujuan yakni memanusiakan manusia dan mengajar itu menyenangkan bagi anak-anak,” aku Aulia.
Langkah awal yang dilakukan untuk mengadopsi kurikulum ini yaitu dengan menguatkan para guru dan mendorong digitalisasi pembelajaran. Hasilnya banyak guru yang mampu menguasai teknologi dalam pembelajaran.
“Akhirnya anak-anak senang dalam belajar. Hasilnya tingkat literasi dan numerasi naik dengan adanya konsep merdeka belajar ini,” katanya.
Bupati Aulia menyebut tantangan selama ini yang dialami oleh HST adalah manajemen anggaran. Anggaran HST berbeda dengan kabupaten lain seperti di Pulau Jawa bahkan di Kalsel.
Namun penyelesaian tantangan itu yang lebih penting ketimbang tantangan itu sendiri. Bisa dikatakan pemerintah memilih sektor pendidikan demi meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
“Jadi kami fokuskan anggaran itu (untuk pendidikan). Tantangan kedua soal SDM (guru) usia mereka di atas rata-rata tapi kita ajak mereka untuk beradaptasi,” kata Aulia.
“Untuk SDM yang baru kita dorong untuk memanfaatkan fasilitas yang ada seperti diklat, pelatihan untuk bisa mengikuti kurikulum merdeka belajar,” sambung dia.
Bupati Aulia menegaskan guru adalah kunci dari suksesnya penerapan kurikulum merdeka.
“Ketika kita sudah berinvestasi kepada guru, kurikulum merdeka ini sudah melekat. Guru itu tidak bisa diganti. Kalau kepala daerah dan menteri ada pergantian,” tutup Aulia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HST, HM Anhar menyebut hasil perolehan tiga kategori penghargaan di bidang pendidikan yang diraih tak lepas dari kinerja insan guru yang didukung oleh dinas pendidikan.
Para guru telah memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan. Salah satunya dalam transformasi pembelajaran di HST.
“Transformasi pembelajaran kita sangat sesuai dengan kebijakan Kemendikbud Ristek. Kami dibantu advokasi oleh BPMP Kalsel untuk pembelajaran terdigitalisai,” ungkap Anhat.
Hal ini sesuai dengan kebijakan Bupati HST, H Aulia Oktafiandi yang menekankan bahwa investasi pendidikan bukan pada sarana prasarana dulu. Namun lebih kepada peningkatan sumber daya manusia.
“Lebih kepada guru dalam pemanfaatan teknologi. Adaptasi kita dalam pembelajaran menggunakan google workspace for education sangat bagus. Kita terbanyak nomor 2 Nasional memiliki guru yang punya lisensi tersebut,” terang Anhar.
Kadisdik Anhar menambahkan target selanjutnya adalah memperbaiki kualitas pembelajaran. Baginya teknologi hanya membantu guru bukan hal utama.
“Tentu gurunya yang utama. Teknologi hanya membantu mendekatkan karakteristik generasi yang serba digital. Jadi belajarnya juga dengan digitalisasi,” jelas Anhar.
Terpisah, Kepala BPMP Kalsel Yuli Haryanto sangat mengapresiasi Kabupaten HST yang sukses menerapkan kurikulum merdeka. Sebab HST selalu mendapat penghargaan dua tahun berturut-turut.
“Setahu saya di pulau kalimantan hanya Kabupaten HST yang mendapat tiga penghargaan sekaligus. Kalau di tingkat provinsi ada Kalsel dan Kaltara,” jelasnya.
Reporter: HN Lazuardi






