terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kenaikan harga telur ayam yang melebihi dari harga normal pada umumnya membuat masyarakat terbebani.
Terutama pedagang kuliner yang menggunakan telur ayam sebagai bahan utama dalam olahan yang dijualnya.
Salah satunya Jali, penjual pentol telur goreng yang biasanya mangkal di Siring Balai Kota Banjarmasin setiap sorenya mengeluh dengan kenaikan harga telur ayam saat ini.
“Sekarang telur ayam sudah Rp. 33 ribu per kilogramnya. Biasanya tidak pernah naik sampai segitu. Paling Rp. 28 ribu dan paling mahal Rp. 30 ribu saja,” ucapnya saat terasbanua.my.id ajak berbincang-bincang, Sabtu (10/6/2023), kemarin.
Melambungnya harga telur ayam saat ini, membuatnya beralih membeli per biji dengan harga Rp. 2.800 per butirnya untuk telur ukurannya yang besar. Sedangkan telur kecil harganya Rp. 2.300 per biji.
“Semenjak naik saja pilih beli per biji. Harganya sedikit murah dibanding per kilogram karena kita bisa milih yang besar dengan harga per biji,” tuturnya.
Kenaikan harga telur ayam pun berdampak pada keuntungan penjualannya karena tetap menjual dengan harga lama.
Pasalnya, jika menaikan harga atau mengurangi porsi telur dalam pentolnya itu, khawatirnya akan membuat pelanggannya berkurang.
“Jajanan ini harganya hanya seribuan saja, kalau mau naikan bingung juga. Semoga cepat turun saja,” harapnya.
Tidak hanya pada pedagang kuliner saja, kenaikan telur ayam juga turut dikeluhkan para ibu-ibu rumah tangga.
“Telur ini bahan pokok paling mudah dan gampang dimasak. Itu alasan sering membeli. Cuman semenjak naik kita mikir-mikir juga,” kata Rahilah warga asal Pemurus Baru.
Kenaikan harga itu membuatnya mengurangi stok telur ayam di rumah. Jika biasanya membeli satu kilogram untuk kebutuhan kurang lebih sebulan. Sekarang hanya membeli setengah kilogram saja.
“Untuk selang-seling saja, cuman tetap saja sedikit memberatkan karena pengeluaran jadi lebih banyak,” akhirnya.
Hamdiah/rie
Foto. Hamdiah






