terasbanua.my.id, Barabai – Tinggal 5 hari atau H-5 menjelang Iduladha 1445 Hijriah, hewa kurban diprediksi ada kelebihan ketersediaan dari kebutuhan masyarakat di Hulu Sungai Tengah (HST).
Hal itu diketahui setelah Dinas Pertanian (Dispertan) HST melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan diterjunkan ke lapangan. Mengecek kondisi hewan kurban di berbagai kandang.
Dispertan HST juga mengadakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE). Tentang Kesejahteraan Hewan dan Pemotongan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
KIE ASUH dipimpin langsung Bupati HST, H Aulia Oktafiandi di rumah peternak desa Banua Binjai Barabai, Selasa (11/6/2024) tadi.
“Kami mengingatkan kembali, agat menjaga kualitas pemotongan hewan yang ada di HST ini betul-betul terjaga kualitasnya,” kata Aulia.
Bupati Aulia menerangkan, dalam pemotongan hewan qurban tentunya ada kaedah-kaedah yang harus diikuti. Pemotongan yang tidak sesuai dengan kaedah agama maupun kesehatan, bisa membahayakan bagi yang mengonsumsinya.
Pengurus handil kurban, kata Aulia tentunya sudah paham tata laksananya.
“Dengan adanya pelatihan ASUH, proses pemotongan, proses inspeksi hewan yang akan dikurbankan, Pemkab HST memastikan daging yang dibagikan dan dikonsumsi masyarakat akan aman,” tegas Aulia.
Harapan Aulia kepada peserta yang ikut KIE bisa mengajarkan ilmunya kepada warga yang lain.
“Kami mendorong dari Pemerintah Daerah kepada camat dan ASN untuk bisa memberikan contoh berkurban. Sehingga bisa meringankan beban warga,” tutup Aulia.

Kepala Dispertan HST, Budi Satrya Tanjung mengatakan agenda KIE digelar agar dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan dan pemotongan ASUH.
“Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menurunkan Tim Kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksan hewan kurban,” kata Tanjung.
Tanjung mengatakan, sampai saat ini persediaan hewan kurban sebanyak 854 ekor. Terdiri dari sapi, kambing, domba dan kerbau.
“Untuk HST mencukupi dan diprediksi ada kelebihan ketersediaan dari kebutuhan masyarakat,” terang Tanjung.
Budi mengimbau agar peternak, masyarakat dan panitia kurban atau handil agar tetap memperhatikan kesehatan dan kalayakan hewan ternak.
“Kami dari Pemkab HST siap membantu dalam pemeriksaan jika ada keraguan masyarakat mengenai Kesehatan hewan yang akan dikurbankan dalam memastikan hewan ternak aman dikonsumsi,” tutup Budi.
Reporter: HN Lazuardi






