terasbanua.com, BANJARMASIN – PT Air Minum (PTAM) Bandarmasih menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan bertempat di Aula PTAM Bandarmasih.
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), serta jajaran direksi dan komisaris perusahaan.
RUPS kali ini berfokus pada evaluasi kinerja, penyesuaian rencana kerja, serta komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas distribusi air bersih kepada masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa fokus utama dari penyertaan modal dan kebijakan yang diambil adalah untuk kepentingan masyarakat luas.
Pemko Banjarmasin terus mendorong perbaikan infrastruktur, terutama terkait peremajaan instalasi pipa yang sudah berumur.
”Kita berharap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ini harus jadi maksimal. Yang kedua terkait perubahan rencana bisnis ya, karena kemarin kita sudah menganggarkan terkait masalah sambungan instalasi lagi untuk memberikan pelancaran penyaluran air bersih ke beberapa masyarakat,” ujar Yamin.
Dirinya juga mengakui adanya kendala di lapangan akibat dinamika ekonomi yang dinamis, sehingga diperlukan langkah adaptif berupa perubahan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
”Karena memang kita tahu ini sudah lama, jadi kita inginkan bisa lebih maksimal lagi penyampaian penyaluran air bersih ini. Namun karena ada kondisi ya terkait ekonomi, perubahan harga dan perkembangan lainnya, sehingga kami hari ini bersama-sama menyepakati untuk perubahan RKA-nya. Tentu semua ini melalui sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku,” tambahnya
Sementara itu, Direktur Utama PTAM Bandarmasih, Zulbadi, memaparkan sejumlah agenda penting yang dibahas dalam RUPS tersebut. Mengingat adanya jajaran direksi yang baru, pengesahan rencana bisnis jangka panjang menjadi salah satu poin krusial.
”Pada hari ini kita melaksanakan RUPS, ada beberapa agenda. Agenda yang pertama itu adalah penyampaian laporan tahun 2025. Kemudian ada pengesahan rencana bisnis, karena direksinya baru, jadi perlu ada pengesahan rencana bisnis selama 5 tahun. Kemudian ada perubahan rencana kerja anggaran (RKA),” jelasnya.
Zulbadi juga membeberkan alasan logis di balik perubahan anggaran tersebut, yang tidak lepas dari pengaruh situasi geopolitik dan ekonomi internasional.
”Kenapa kita melakukan perubahan kerja anggaran? Karena adanya krisis global di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga. Sehingga kami harus menyesuaikan daripada pekerjaan-pekerjaan yang memang berfokus kepada berpihak kepada masyarakat dan berpihak kepada perusahaan,” terangnya.
Selain membahas rencana masa depan, direksi baru PTAM Bandarmasih juga menyampaikan laporan kinerja triwulan pertama.
Dirinya mengakui bahwa realisasi investasi di awal tahun memang belum menyentuh angka 100 persen, karena masih berada dalam fase serapan perencanaan.
”Pada triwulan pertama, kita ada beberapa penurunan investasi. Perubahan investasi kita memang belum tercapai 100 persen. Karena di tahap pertama ini kita masih dalam tahap penajaman perencanaan, pelaksanaan, baru pengawasan. Nanti pada saat triwulan dua, insya Allah realisasi investasi itu akan melejit dengan tingginya,” ungkap Zulbadi optimis.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai badan usaha yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, setiap keuntungan maupun efisiensi yang dihasilkan akan kembali memberikan dampak positif bagi pembangunan kota dan kesejahteraan warga Banjarmasin.
Sumber : medcent bjm






