terasbanua.my.id, Barabai – Gegara persoalan kembang seorang pemuda di Hulu Sungai Tengah (HST) meregang nyawa.
Adalah Mukyadi, seorang supir taksi asal Pantai Hambwang HST. Dia meninggal dunia setelah mendapat luka tusukan di bawah ketiak saat berada di Terminal Pantai Hambawang pada Kamis (4/4/2024) tengah malam.
Pelakunya saat itu belum diketahui. Setelah tim dari Polres HST turun tangan, baru diketahui siapa pelaku dibalik penusukan itu pun demikian motifnya.
“Pelaku berinisial MR. Warga Desa Paramasan Bawah RT 9 Kabupaten Banjar Kalsel,” kata Kapolres AKBP Jimmy Kurniawan melalui Kasi Humas Polres HST, IPTU A Priadi, Jumat sore.
Pelaku berhasil diringkus di Desa Banua Kepayang Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS) HST, Jumat sekitar pukul 06.30.
“Dari hasil introgasi, pelaku MR mengakui perbutannya,” terang Priadi.
Usut punya usut kejadian bermula dengan titip kembang atau bunga untuk mandi 7 bulanan untuk sang istri MR. Bundelan kembang itu dititipkan dari Martapura Kabupaten Banjar lewat taksi jenis colt yang dikendarai Mukyadi, Kamis.
Menempuh waktu berjam-jam, akhirnya titipan kembang untuk ritual mandi 7 bulanan istri MR itu tiba di HST. Rupanya si pengirim kembang itu salah memberikan nomor yang bisa dihubungi si sopir, Mukyadi.
Sehingga, Mukyadi alias korban lama menunggu si pemilik kembang untuk mengambil. Berselang lama, baru Mukyadi mendapat nomor si pemilik kembang yang menelponya.
“Namun saat itu hujan, sehingga MR menunggu hujan reda baru memgambil titipannya,” kata Priadi.
Sementara dari pengakuan pelaku atau MR, kata Priadi dia geram dengan ulah si sopir. Si sopir Mukyadi mencerca istri MR karena lambat mengambil titipannya tadi.
Sempat terjadi cekcok antara keduanya saat bertemu di terminal.
“MR itu berangkat dari rumah dengan membawa pisau. Sehingga terjadilah peristiwa berdarah yang mengakibatkan Mukyadi tewas,” terang Priadi.
Reporter: HN Lazuardi






