terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pasca ambruknya kontruksi bangunan Ikon Kampung Ketupat tahun lalu akibat cuaca ekstrem, pembangunannya di kawasan itu pun sempat terhenti. Namun baru-baru ini, pembangunannya kembali dilanjutkan.
Saat terasbanua.my.id meninjau langsung ke lokasi pada Selasa (4/4/2023) kemarin, terlihat banyak para pekerja bangunan yang beraktivitas.
Saat dikonfirmasi mengenai lanjutnya pembangunan ikon wisata baru di Kota Banjarmasin itu, Head Of Business Development, PT Juru Supervisi Indonesia, M Wahyu Ramadhan mengatakan pembangunan sudah berjalan sejak tiga minggu lalu.
“Iya sudah mulai tiga minggu lalu dengan harapan tanggal 25 April nanti bisa soft launching,” katanya Wahyu, Rabu (5/4/2023).
Diakui Wahyu, cukup lamanya terhenti proyek pembangunan di kawasan Kampung Ketupat dikarenakan adanya pergantian konsultan penyedia jasa dan kontraktor baru.
Hal itu dilakukan lanjutnya, berdasarkan dari hasil evaluasi pihaknya yang menilai insiden ambruknya ikon Kampung Ketupat kesalahan dari kontraktor yang lama.
“Karena menggunakan bahan di bawah standar struktural pembangunan,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya menuntut ganti rugi secara hukum. Sembari mencari konsultan penyedia jasa dan kontraktor baru yang memahami kondisi tanah di Kota Banjarmasin.
Adapun kerugian yang mereka tanggung akibat gagalnya pembangunan proyek itu tak sedikit yakni mencapai Rp. 2,5 miliar.
“Terpaksa kami mengeluarkan anggaran tambahan agar tetap berjalan sesuai harapan,” tuturnya.
Mengingat desain yang digunakan dalam pembangunan Kampung Ketupat tetap dengan desain awal yang telah disepakati bersama Wali Kota Banjarmasin.
Namun memang ada redesain ulang secara detail untuk kekuatan struktur pendukungnya. Misalnya area cafe, area stand dan lainnya, serta memperbaiki yang perlu diperbaiki.

Selain itu, rencananya akan ada beberapa ikon baru yang bakal dipasang di kawasan tersebut untuk lebih mempercantik kawasan. Saat di tanya ikon seperti apa yang bakal ditambah, dirinya tak ingin membeberkan secara gamblang.
“Keren pokoknya, nanti bisa langsung lihat saja,” ujarnya.
Untuk penggunaan material dalam pembangunan yang baru ini akan diawasi lebih ketat. Guna memastikan tidak ada penggunaan material di bawah standar seperti sebelumnya.
Tentunya ia berharap pembangunan Kampung Ketupat yang sudah lama ditunggu ini akan selesai tepat waktu agar bisa segeranya dinikmati warga Kota Banjarmasin.
“Mudah-mudahan bisa selesai sesuai target kita karena warga setempat juga mengharapkan itu,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






