terasbanua.my.id, Barabai – Kompetisi panahan bertajuk South Borneo Indoor Archery Festival 2024 berlangsung sengit di Lapangan UPIK Futsal Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Pertandingan berlangsung 3 hari. Mulai digelar Jumat hingga Minggu (23/6/2024) kemarin.
Ada 9 kategori yang dipertandingkan. Mulai tingkat SD Pemula 1, 2 dan Prestasi, SMP Pemula dan Prestasi, U21 Standar Nasional, Recurve, Compound serta Barebow.
Menariknya, lomba panahan yang digelar open itu diikuti atlet-atlet tingkat Kejurprov maupun Kejurnas dan atlet peraih tiket PON tahun ini. Ada 200 peserta dari berbagai klub maupun sekolah tersebar dari penjuru Kalimantan yang berpartisipasi.
Untuk HST, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) mengirim 5 atlet. Dua atlet bertanding di U21 Standar Nasional sementara pada kategori Compound, SMP Pemula dan Prestasi masing-masing 1 atlet.
Hasilnya, 3 medali berhasil disabet Perpani HST. Dua medali perunggu diraih April Maulida Puteri dari U21 Standar Nasional dan 1 perunggu disabet Fathimatuz Zahra pada ketegori Compound.
Fathima, kelahiran HST 2009 lalu ini sejatinya pendatang baru di dunia panahan modern. Baru 6 bulan memakai Compound, basicnya ada di horsebow.
Dia berhasil menyisihkan lawan-lawannya di kelas compound putri. Dua sesi sebanyak 20 rambahan dengan 3 arrow, Fathima sukses mempertahankan urutan ke 4 besar menuju eliminasi 8 besar.
Di babak eliminasi, alumni MTsN 6 HST itu bertemu dengan Febtika R dari Al Jihad Archery. Fathima kalah poin, sehingga dia bertemu dengan Aqilah dari Starclub Archery dibabak aduan memperebutkan juara 3.
Keduanya membidik sengit selama 6 rambahan. Bahkan harus menambah 1 arrow untuk penentuan juara 3 pada babak eleminasi karena skor sama.
Alhasil, terakhir bidikan Fathima mengenai poin 10 sementara Aqila di poin 9.
“Sebelumnya tak menyangka bisa masuk ke eliminasi. Apalagi yang dihadapi atlet-atlet yang berpengalaman,” kata Fathima, Senin (24/6/2024).
Masuk 4 besar pada babak kualifikasi saja, kata Fathima masih belum menyangka. Ditambah lagi masuk babak aduan dengan atlet senior.
Belum lagi alat panahan saingannya yang terbilang sangat bagus. Jauh di atas alat yang dipakai Fathima.
Tidak minder dengan alat yang dipakai saingannya, Fathima terus fokus dengan bidikan terbaiknya menuju face target 20 centimeter dengan 5 ring sejauh 18 meter.
“Ini (kejuaraan panahan South Borneo Festival) menjadi pengalaman pertama saya,” tutup Fathima.
Sementara itu, Kordinator Humas KONI HST, HN Lazuardi menyebut angin segar bagi atlet-atlet baru. Mereka berani tampil dan menunjukkan talentanya, terlebih dengan peralatan yang terbilang uptodate.

Lazuardi berharap, prestasi yang diraih atlet dari Perpani HST itu bisa mendobrak talenta muda panahan. Sehingga lahir atlet-atlet baru.
“Semoga dengan peraihan medali itu bisa mendongkrak semangat atlet-atlet baru untuk HST,” tutup Lazuardi.
Sebelumnya, Penanggung Jawab South Borneo Indoor Archery Fest 24, Danuri mengatakan, tujuan digelarnya kompetisi tak lain adalah menjawab keinginan dari pencinta panahan di Kalimantan.
“Makanya kami selenggarakan dengan berbagai macam kategori dari anak-anak sampai dewasa,” kata dia.
Bukan hanya diikuti para pemula, event ini menurut Danuri juga diikuti beberapa atlet tingkat Kejurprov maupun Kejurnas.
“Saya berharap ini memacu percepatan kemampuan memanah para pemanah, dengan mampu melahirkan pemanah handal untuk event yang lebih besar lagi. Baik skala daerah maupun nasional,” ujarnya.
Mewakili peserta, Pelatih klub Elang Borneo Archery School, Wahyu Chandra menyambut baik event yang diselenggarakan South Borneo Archery ini.
“Sangat kami apresiasi tentunya, semoga melalui ajang ini bisa menjadi wadah yang tepat bagi pemanah pemula untuk menambah jam terbang dan para pemanah senior untuk menjaga kemampuannya,” tutup Wahyu.
Reporter: HN Lazuardi






