terasbanua.my.id, Barabai – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Alquran (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Hulu Sungai Tengah (HST) sukses menggelar Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) 2024.
Mengankat tema ‘Bisa Juara Satu’ akronim dari Bina Santri Jujur, Arif, Ramah, Sabar, dan Santun itu menghasilkan bibit-bibit tau generasi baru Qurani.
Festival yang digelar pada 22 Mei tadi diikuti oleh 316 santri. Dibuka langsung Wakil Bupati HST, H Mansyah Sabri.
Wabup Mansyah menekankan, FASI bukan sekadar ajang mencari pemenang tetapi juga sebagai sarana untuk membangkitkan potensi dan kreativitas anak serta memotivasi mereka. Baik dalam hal perkembang dalam kecerdasan intelektual maupun emosional.
“Momentum ini tidak hanya melahirkan anak-anak terbaik yang akan mewakili HST pada tingkat provinsi. Tetapi juga menggugah kesadaran kita semua akan pentingnya mempersiapkan generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia,” kata Mansyah, Rabu (29/5/2024).
Wabup Mansyah mengingatkan pentingnya membekali anak-anak ilmu agama. Sehingga dalam jiwa anak-anak tertanam akhlak baik.
Pun demikian dengan pergaulan anak-anak di era gempuran teknologi canggih. Pergaulan yang negatif bisa ditanggkal.
Tak heran, Mansyah mengapresiasi pelaksanaan FASI XII. Serta program-program keagamaan yang laiinya seperti tahfiz.
“Dengan bekal yang demikian, anak-anak kita akan menjadi generasi Qurani yang selamat dalam menghadapi perkembangan dan perubahan zaman,” tutup Mansyah.
Sebelumnya, FASI HST 2024 itu dibuka oleh Wabup Mansyah. Digelar di Masjid Agung Riadhussalihin Barabai, (22/5/2024).
Ketua DPD BKPRMI HST, H Humaidi dalam laporannya menjelaskan tujuan FASI dilaksanakan untuk memperkokoh silaturahmi dan mengevaluasi kualitas santri. Selain itu juga untuk mempersiapkan santri Qurani menghadapi FASI XII tingkat Provinsi.
Humaidi merincikan, dari 316 santri ada 83 peserta dari TKA, 122 peserta dari santri TPA dan 111 dari tingkat TQA.
Mereka memgikuti berbagai cabang lomba yang digelar. Mulai dari Tartil Quran, adzan-iqamah, menyanyi nasyid, ikrar dan puitisasi terjemahan Quran, cerdas cermat sampai mewarnai gambar.
“Khusus ceramah bahasa Indonesia untuk tingkat TKA dan TPA. Sementara untuk tingkat TQA terdapat lomba tilawah Quran, hafalan Juz Amma, cerita Islami, kaligrafi, dan ceramah bahasa Indonesia,” tutup Humaidi.
Reporter: HN Lazuardi






