terasbanua.my.id, Barabai – Kepala (Kamad) MTsN 6 Hulu Sungai Tengah (HST) Azizatul Ulya. membenarkan jika video viral terkait joget-joget siswa, berada di madrasahnya.
Diakuinya, bahwa video itu dilakukan untuk keperluan video kenang-kenangan kelas sembilan.
Bahkan Azizatul menyebut pengambilan videonya sudah terjadwal dengan konsep dan skenario yang sudah disetujui olehnya, selaku Kepala MTsN 6 HST.
“Untuk potongan video (25 detik-red) yang viral itu di luar dari skenario yang telah disusun,” ujar Azizatul dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/5/2024).
Pihak sekolah melakukan pembuatan video pada Minggu 19 Mei 2024 itu untuk keperluan perpisahan. Tidak dijelaskan konsep dan skenario yang dibuat pihak MTsN seperti apa.
Yang jelas akan ditayangkan pada 28 Mei, tepat pada hari perpisahan.
“Setelah selesai pembuatan video, ternyata masih ada sisa air dari pemadam kebakaran yang kami sewa. Lalu, untuk menghabiskan air tersebut diguyurlah ke siswa dan itu di luar skenario. Kebetulan ada siswa memutar musik dan ada yang memvideo,” terang Azizatul.
Video itu lantas di-‘posting’ para siswa pada platform media sosial. Sehingga kemudian menimbulkan kesan negatif terhadap MTsN 6 HST.
“Murni di luar dugaan dan di luar dari konsep yang telah disusun,” aku Azizatul.
“Kami sedikitpun tidak berniat melakukan hal-hal yang negatif apalagi sampai mencoreng nama baik madrasah,” terang Azizatul.
Azizatul pun mengaku telah dihubungi pihak Kemenag HST. Meminta penjelasan soal video joget-joget pakai musik triping di bawah guyuran air itu.
“Saya siap menghadap dan menjelaskan semua ini,” tutup Azizatul.
Sebelumnya, video ‘party’ yang diunggah Minggu 19 Mei 2024 pada paltform media sosial ramai diperbincangkan. Dalam video berdurasi 25 detik itu terlihat muda-mudi bersaragam hitam joget-joget yang diduga di lingkungan sekolah di bawah naungan Kemenag HST.
Terpisah, Kepala Kemenag HST, Rusdi Hilmi akan memanggil Kamad yang bersangkutan untuk dipintai keterangannya.
“Hari Senin nanti kami panggil kepala madrasahnya (Kamad) untuk memastikan seperti apa sebenarnya kegiatan itu. Belum komplit informasinya,” kata Rusdi Hilmi ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/5/2024).
Kata Hilmi, seyogyanya kegiatan kelulusan siswa diisi dengan hal-hal positif mencerminkan pendidikan.
Terlebih soal dananya, Hilmi menyarakan agar disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Tak perlu berlebihan.
“Lebih selektif memilih kegiatan untuk siswa. Jangan sampai menimbulkan tanda tanya di luar (masyarakat-red). Apalagi sampai menimbulkan kontroversi,” tutup Hilmi.
Reporter: HN Lazuardi






