terasbanua.my.id, Barabai – Eks Gedung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan sektarnya bakal dibikin estetik oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST).
Sejatinya, bangunan dan areanya sudah terbengkalai bertahun-tahun. Padahal letaknya tepat di pusat Kota Barabai HST.
Selain itu juga dekat dengan Kantor Bupati, DPRD dan instansi lainnya serta kediaman dinas pejabat di HST. Juga berdekatan dengan Taman Dwi Warna.
Area eks gedung MTQ itu memiliki luasan sekitar 3.142 meter dan 424 meter untuk kawasan kuliner. Ke depannya, ada revitalisasi di area Gedung MTQ.
Pengerjaan sudah dilaksanakan mulai 31 Juli 2024 tadi. Pengerjaannya ditarget selama 150 hari atau sampai 27 Desember 2024.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HST menganggarkan Rp6,8 miliar untuk biaya renovasi.
Melihat rancangan pembangunan PUPR HST, area gedung dilengkapi dengan fasilitas olahraga. Juga ada area bermain ramah anak dengan lantai karet dan rumput sintetis serta tempat duduk atau bersantai.

Sementara untuk gedungnya sendiri, Kepala PUPR) HST, Syahidin menyebut tetap mempertahankan arsitektur terdahulu. Hanya saja dilengkapi dengan berbagai fasilitas baru.
“Pembenahan gedung tersebut memiliki beberapa pertimbangan. Namun tetap mempertahankan arsitektur lama, yakni model rumah banjar,” kata Syahidin, Selasa (20/8/2024).
Pertimbangan yang dimaksud yakni, seperti lantainya ditinggikan. Kemudian dari segi material yang digunakan, seperti di Dwi Warna, lantai berkualitas dari granit.
Sementara untuk tugu gambar pahlawan juga tetap dipertahankan. Hanya direstorasi untuk diperindah.
“Untuk pohon-pohon yang ada di sana tetap kami pertahankan (tidak ditebang ataupu dipindahkan). Bangunan tersebut juga dilengkapi dengan toilet pria, wanita dan disabilitas,” aku Syahidin.
Sedangkan di seberangnya (sebelumnya taman, red) akan dijadikan kawasan kuliner dengan tempat duduk. Didesain permanen, supaya mudah perawatannya.
“Untuk para pedagang difasilitasi tempat semi permanen empat blok, masing-masing blok diisi tiga lapak,” tutup Syahidin.
Reporter: HN Lazuardi






