terasbanua.my.id, Barabai – Jajaran Polres Hulu Sungai Tengah (HST) mulai menjalankan program 100 hari kerja presiden. Salah satunya percepatan swasembada pangan.
Inovasi itu mulai dilakukan di Polsek Batang Alai Selatan (BAS). Memanfaatkan lahan tidur milik Polsek.
“Ada lahan tersedia 8.000 meter persegi,” kata Kapolsek BAS, Ipda Bahrudin Syaepulloh, Kamis (31/10/2024).
Lahan itu dimanfaatkan untuk menanam padi. Yang saat ini masih proses pembibitan.
Perawatannya, kata Ipda Bahrudin, pihaknya berkolaborasi dengan pengusaha. Khususnya yang bergerak di bidang penjualan pupuk dan obat-obatan pertanian.
“Kami sudah ada kesepakatan,” aku Kapolsek Bahrudin.
Bahkan, kata Bahrudin para pengusaha itu nanti diberdayakan dengan sistem bagi hasil. Hasil untuk Polsek BAS disumbangkan ke masyarakat yang membutuhkan.
“Bisa dibagikan kepada panti-panti asuhan atau pondok-pondok pesantren,” terang Kapolsek.
Upaya itu, aku Bahrudin murni dari usaha sendiri. Polisi harus selalu menjadi solusi dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Tugas polisi tidak hanya melulu tentang penegakan hukum. Tapi keterlibatan secara langsung merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat,” tutup Bahrudin.
Upaya jajaran Polres HST itu sesuai dengan intruksi Kapolri, Jendral Sigit Prabowo. Dia menegaskan Polri mendukung program pemerintah terkait percepatan swasembada pangan.
“Bagi polda atau polres yang di daerahnya ada wilayah Perhutani, wilayah PTPN atau tanah milik daerah yang belum termanfaatkan agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Jenderal Sigit dalam video conference di Mabes Polri, Senin (28/10/2024).
Terkait ketahanan pangan, Jendral Sigit akan mengadakan lomba. Selain itu, juga dilaksanakan rekrutmen personel yang memahami tentang pertanian untuk mendukung program tersebut.
“Polri akan melakukan rekrutmen ahli-ahli yang memahami gizi melalui jalur SIPSS atau Bakomsus terkait program makan bergizi gratis yang menjadi prioritas pemerintah,” tegas Sigit.
Reporter: HN Lazuardi






