terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin memimpin langsung pertemuan antara SDN Mawar 7 Banjarmasin dengan paguyuban orang tua siswa di salah satu ruang kelas, sehabis upacara bendera, Senin (9/9/2024).
Pertemuan itu dilakukan untuk membahas keputusan proses belajar mengajar siswa setelah adanya insiden amblas bagian teras salah satu ruang kelas.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Kota Banjarmasin, Ibnul Qayyim mengungkapkan bahwa disepakati seluruh orang tua siswa, tidak semua siswa dipindah ke sekolah terdekat.
“Jadi hasil kesepakatannya kelas 1, 2 dan 3 tetap dilaksanakan di sini. Lalu kelas 4, 5 dan 6 dipindah ke SDN Teluk Dalam 10,” ucap Qayyim kepada terasbanua.my.id seusai pertemuan.
Seiring dengan itu lanjut Qayyim, seluruh guru yang mengajar di kelas 4, 5, dan 6 akan ikut dipindah sementara di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin.
Qayyim memastikan ruang kelas yang akan digunakan tentunya aman. Mengingat dari hasil pemeriksaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin kerusakan 68 persen itu hanya pada tiga kelas saja.
“Ruang kelas yang akan dipakai ini tidak termasuk 68 persen itu,” tegasnya.
Ruang kelas yang mengalami kerusakan itu lanjutnya, akan mulai diperbaiki tahun 2025 mendatang.
“Insya Allah mulai Maret karena di awal perencanaan dulu,” ujarnya.
Guna menghindari hal-hal tidak diinginkan, selama perbaikan akan diberi pembatas atau dipagari dan tanda larangan agar siswa tidak mendekat.
Kepala SDN Mawar 7 Banjarmasin, Latif Gabaruddin menuturkan mulai dipindahnya proses belajar mengajar siswa di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin diakhir September sudah mulai diterapkan.
“Insya Allah awal Oktober itu sudah mulai belajar mengajar,” katanya.
Lebih lanjut, Latif menjelaskan alasan pemilihan SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin yang akan menampung siswanya karena memang di sekolah itu siswa baru di dropout ke SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin. Mengingat jumlah siswa yang memang sedikit.
“Jadi kelas disana bisa dipakai sementara untuk nampung siswa kita dengan fasilitas yang sudah memadai,” terangnya.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa SDN Mawar 7 Banjarmasin yang akrab disapa Mama Leo sangat setuju salah dengan solusi yang diberikan pihak Disdik maupun sekolah.
“Terpenting solusinya mengutamakan keselamatan siswa,” katanya.
Selain itu, saat perbaikan sekolah nanti selagi ditutup dan diberi pembatas maka pihaknya tidak keberatan proses belajar mengajar untuk siswa kelas bawah tetap SDN Mawar 7 Banjarmasin.
“Selagi ditutup Insya Allah aman saja,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






