terasbanua.my.id, Barabai – Dugaan pencabulan terhadap remaja pelajar oleh J, oknum kepala sekolah (Kepsek) di Hulu Sungai Tengah (HST) terus bergulir.
Setelah masuk laporan polisi, kasus itu juga didalami pihak Dinas Pendidikan (Disdik) HST. Tim mereka melakukan pengecekan langsung ke sekolah tempat oknum kepsek berinisial J itu bekerja.
Disdik HST melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pun juga memanggil J. Dia dimintai keterangan oleh pihak di Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) soal dugaan tindak asusila itu, Selasa (17/10/2023).
“Kami memegang asas praduga tak bersalah,” kata Kabid GTK dan Kebudayaan, Misran, Selasa sore.
Hasil pemanggilan, kata Misran, oknum kepsek pada satuan pendidikan tingkat dasar (SD) di HST itu membantah melakukan tindak asusila terhadap remaja kelahiran 2007 itu.
“Kasus ini bukan hubungan antara siswa dan guru sekolah. Dia (korban) siswa pada satuan pendidikan menengah. J dan remaja pelajar itu bertetangga juga,” kata Misran.
Dari keterangan yang digali pihak Disdik, kata Misran, oknum kepsek hanya mengakui terkait bersih-bersih di perpustakaan sekolah tempatnya bekerja. Perpustakaan itu memang lama tak digunakan.
“Tapi tak jadi dibersihkan. Kemudian membersihkan tumpukan berkas di ruang guru yang tak terpakai. Kepsek juga menyebut saat bersih-bersih itu ada 4 orang yang sempat bertegur sapa dan melihat ke ruangan saat bersih-bersih,” terang Misran.
Soal dugaan itu, Disdik HST menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke pihak berwajib.
Sejatinya, laporan dugaan pelecehan seksual itu sudah masuk ke Polres HST per Minggu, 15 Oktober 2023.
“Saat ini proses penyelidikan dan penyidikan dari Unit PPA Satreskrim Polres HST,” kata Kapolres AKBP Jimmy Kurniawan melaluo Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aipd M Husaini, Senin (16/10/2023).
Informasi dihimpun terasbanua.my.id dari kepolisian, kasus itu terjadi pada 14 Oktober 2023 siang.
Saat itu korban, lelaki kelahiran 2007 itu disebut membantu terduga pelaku ke tempat kerjanya, salah satu sekolah dasar di HST.
Remaja yang masih berstatus pelajar itu membantu J bersih-bersih di perpustakaan sekolahnya. Entah apa yang terjadi, remaja itu mengeluhkan sakit pada anusnya kepada salah satu kerabatnya.
Rupanya, korban menceritakan telah dicabuli oleh oknum kepsek tadi. Orang tua korban yang mendengar hal itu tak terima dan lantas melaporkan kejadian ke polisi.
Dari kejadian itu, polisi telah mengantongi sejumlah barang bukti. Seperti pakaian dan uang tunai Rp50 ribu hasil atau upah bersih-bersih.
Reporter: HN Lazuardi






