terasbanua.my.id, Barabai – H+4 Idulfitri 1444 Hijriah, sebuah tradisi budaya akan digelar di Hulu Sungai Tengah (HST).
Tradisi itu yakni, Batumbang Apam Masal. Digelar di Masjid Al-Munawarrah oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pajukungan Kecamatan Pandawan.
Agenda warisan budaya tak benda (WBtB) itu didukung oleh Pemkab HST melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pengenalan lingkungan rumah ibadah (masjid) kepada anak-anak sedini mungkin.
Bupati HST Aulia Oktafiandi melalui Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Anhar mengapresiasi langkah Pemdes Pajukungan dalam mengenalkan tradisi kebudayaan di Bumi Murakata.
“Agenda itu selaras dengan tujuan Pemkab dalam mengenalkan Warisan Budaya tak Benda asal HST, serta menyebarluaskan nilai-nilai pendidikan di bidang keagamaan,” ungkap Anhar.
Pemkab HST mengharapkan, tradisi Batumbang Apam pada momen lebaran Idulfitri nanti berlangsung lancar dan meriah.

“Semoga pelaksanaan tradisi Batumbang Apam di 2023 ini dijadikan momen mengenalkan kekayaan tradisi asli HST ke masyarakat luas dan tujuan yang ingin dicapai bersama dapat terwujud,” Tutup Anhar
Pembakal desa Pajukungan, Suparyono mengatakan pihaknya berencana menggelar tradisi Batumbang Apam secara terbuka dan boleh diikuti oleh warga luar desa Pajukungan.
“Agar lebih meriah, tradisi Batumbang Apam di Pajukungan terbuka untuk umum, namun dibatasi hanya untuk 50 anak-anak atau partisipan,” kata Suparyono.
Pendaftaran, kata dia tidak dikenakan biaya atau gratis. Namun, partisipan perlu membawa kue dan berinfaq yang nantinya diperuntukan dalam mendukung penyelenggaraan Batumbang Apam.
Selain dimeriahkan Hadrah dan arak-arakan seperti pada 2022 lalu, agenda itu juga akan dirangkai dengan hiburan religi habsi serta bazar kuliner jajanan dan makanan lokal khas Pajukungan.
Bagi warga HST yang ingin mendaftarkan anak-anaknya dalam kegiatan tradisi Batumbang Apam bisa langsung menghubungi Suparyono selaku Pembakal Pajukungan.
HN Lazuardi






