terasbanua.my.id, Banjarmasin – Di pertengahan tahun 2023, sudah tercatat ada sebanyak 33 kasus kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan di Kota Banjarmasin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, Helfian Noor menuturkan 33 kasus itu berdasarkan dari data terakhir bulan Mei 2023 lalu.
“33 kasus itu terdiri dari 14 kasus kekerasan terhadap perempuan, 12 kasus kekerasan pada anak perempuan dan 7 kasus kekerasan terjadi pada anak laki-laki,” ungkap Helfian di sela-sela kegiatan peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN)/petugas pengaduan kasus kekerasan pada perempuan, Senin (19/6/2023).
Tak dipungkiri Helfian, dari 33 kasus itu masih ada yang berproses hingga perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan oleh pihaknya di lapangan.
Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan terutama di lingkungan keluarga. Salah satunya, adanya perbedaan pendapat antar pasangan atau anak.
Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi penyumbang munculnya kekerasan yang terjadi pada anak maupun perempuan. Di samping faktor-faktor lainnya.
“Banyak pemicu terjadinya kekerasan, untuk itu perlu kita sosialisasikan agar dapat dicegah,” ujarnya.
Sejauh ini lanjut Helfian, pihaknya terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran agar melaporkan.
Dalam hal itu, pihaknya memiliki Unit Pelaksana Teknis bersama Satgas dan menggandeng para relawan untuk pencegahan kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan.
“Selain itu, kita lakukan kolaborasi dengan dinas lain seperti contoh kemarin ada kegiatan dari Dinas KB yaitu kegiatan bina keluarga remaja di kelurahan Sungai Bilu untuk memberikan sosialisasi dan menyampaikan call center pengaduan yang buka 24 jam,” jelasnya.
Ia berharap melalui upaya-upaya tersebut, makin banyak lagi masyarakat yang berani melaporkan tindak kekerasan yang terjadi padanya ataupun yang ada di sekitarnya.
Hamdiah/rie
Foto. Hamdiah






