terasbanua.my.id, Banjarmasin – Berbagai praktik pencegahan ditunjukan dalam peringatan Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN atau ASEAN Dengue Day (ADD) yang digelar di Jalan Padat Karya tepatnya di Halaman Mesjid Al-Hijrah pada Senin (3/7/2023).
Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat terutama warga Kota Banjarmasin akan pentingnya mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.
“Ya kita ingin masyarakat bisa menjadi jumantik di lingkungan rumah dan keluarganya sendiri di tengah cuaca tak menentu saat ini,” ucap Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan seusai acara.
Apalagi pada Agustus 2023 mendatang diperkirakan akan terjadi badai El Nino yakni pemanasan global.
Kondisi cuaca tersebut menurut Madan sangat berpotensi besar untuk nyamuk demam berdarah berkembang biak.
“Makanya tidak salahnya untuk warga kembali mewanti dan rutin memperhatikan lingkungannya terhadap perkembangan nyamuk DBD,” tutur Madan.
Di samping itu, meningkatnya kasus DBD di Kota Banjarmasin sekarang ini turut menjadi perhatian serius pihaknya. Terdata ada sebanyak 65 kasus.
Apalagi, kasus cukup banyak terjadi di wilayah Sungai Andai. Maka tak heran, Jalan Padat Karya di Blok Mutiara sengaja dipilih menjadi gerakan gerakan pencegahan penularan demam berdarah dalam rangka “Asean Dengue Day”.
“Artinya masyarakat harus lebih perhatian lagi terhadap lingkungannya yakni terapkan 3M dan membasmi jentiknya. Semoga dengan pelaksanaan kegiatan ini semakin menguatkan lingkungan dari bahaya demam berdarah,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman yang membuka langsung acara itu menyampaikan memang perlu pencegahan dari awal agar penjangkitan virus Dengue dari nyamuk Aedes Aegypti itu terus dilakukan.
“Seperti mengamalkan 3M, menguras, mengubur, dan membunuh jentik nyamuk,” kata Ikhsan.
Ikhsan mengaku sangat bersyukur, bahwa masyarakat sudah banyak yang mau mengamalkan pelaksanaan 3M itu.
Dapat dibuktikan dari apa yang telah ia lihat disela acara dengan memasuki rumah-rumah warga Sungai Andai, Khususnya di blok Mutiara. Penampungan air bersih milik warga tidak ada jentiknya dan penataan sanitasi perumahan juga terjaga.
“Semoga ini dapat diamalkan warga lainnya tentang pencegahan demam berdarah dengan cara 3M,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Diskominfotik






