terasbanua.my.id, Barabai – Audisi Nanang-Galuh (Naga) Hulu Sungai Tengah (HST) 2024 masuk babak baru.
Dari 30 orang atau 15 pasang finalis, menyisakan 8 pasang. Tersisihnya 7 pasang finalis setelah audisi bakat yang dihelat Dinas Pendidikan (Disdik) di Pendopo Bupati HST, Sabtu (11/5/2024) malam.
Berdasarkan keputusan 3 orang dewan juri, 16 orang atau 8 pasang finalis maju ke “grand final” 25 Mei mendatang.
Kepala Disdik HST, HM Anhar menyebut pemilihan Naga itu bukan sekedar mencari muda-mudi cantik dan tampan. Tetapi lewat audisi, para Naga terpilih bisa menjadi duta seni dan budaya HST.
Hal itu ditegaskan Anhar mengingat seni dan budaya Indonesia khususnya HST ‘diserang berbagai penjuru’. Yang akibatnya semakin mengikis soal seni budaya Banua.
“Jadi banyak muda-mudi kita sekarang yang tidak tahu bahwa itu (seni dan budaya) milik kita,” kata Anhar.
Audisi Naga, Anhar menilai dari tahun ke tahun semakin baik. Terlebih pada priode 2023-2024 tadi, satu Galuh HST, Talitha Humaira berhasil menembus juara di tingkat Kalsel.
“Sudah sekian lama, HST akhirnya bisa masuk ke Pawadahan Naga tingkat provinsi,” tegas Anhar.
Pun demikian dengan pelaksanaan Naga. Anhar melihat terus terjadi peningkatan audisi tahun ke tahun, terlihat peningkatan talenta awal yang bisa terus diasah.
Terlebih, program audisi tahun ini mengangkat tema keagamaan ditambah dengan pembekalan wawasan kebangsaan.
“Pembekalan itu, kami melibatkan Forkopimda HST seperti dari Polres, Kodim 1002 dan Kejaksaan,” terang Anhar.
Kepada para peserta Naga, Anhar berharap apapun yang dicapai pada malam audisi bakat bukan tentang kalah dan menang. Tetapi lebih tentang kepercayaan diri.
“Hal itu (rasa percaya diri-red) belum tentu dimiliki orang lain,” kata Anhar.
Meski Naga terpilih hanya memilik 1 tahun kerja atau masa bakti, Anhar menegaskan akan terus berlanjut. Tidak terikat masa bakti.
Tugas mereka selanjutnya sebagai penyelenggara audisi Naga. Berdasarkan apa yang didapat sebelumnya atau berdasar wawasannya mulai dari ikut kompetisi sampai terpilih.
“Mereka menjadi Pawadahan Naga. Jadi ikatan keluarga besar untuk HST. Jadi tidak stop berdasarkan masa bakti, tetapi berkelanjutan dan terus berkembang ikatannya,” tutup Anhar.
Reporter: HN Lazuardi






