terasbanua.co.id, Barabai – Setahun bertugas di perbatasan Republik Indonesia (RI)-Malaysia menjadi momen tak terlupakan bagi prajurit Batalyon Infantri (Yonif) 621 Mauntung.
Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) yang bermarkas di Hulu Sungai Tengah (HST) itu berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan kilogram narkoba di perbatasan Indonesia-Malaysia.
Di bawah kepemimpinan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 25,3 kilogram.
Sabu puluhan kilo itu berasil diciduk saat masuk melalui jalur air lintas batas RI-Malaysia pada Maret 2023 lalu. Tepatnya pada Senin (06/03/2023) saat pemeriksaan rutin di Pos Labang.
Awal mula prajurit Satgas Pamtas hingga keberhasilan prajurit menggagalkan penyeludupam sabu itu diceritakan langsung Letkol Deny.
Ada 450 orang Satgas Pamtas dari Yonif 621/Manuntung berangkat dari pelabuhan Trisakti Banjarmasin menggunakan KRI Teluk Lampung 540, Selasa, (09/08/2022).
“Sampai di Wilayah perbatasan, tepatnya di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, hari Senin (15/08/2022),” kata Deny ditemui terasbanua.co.id di Mako Yonif 621/Manuntung di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (16/12/2023).

Pada Jumat, (19/08/2023) dilaksanakan upacara serah terima alih kodal (Komando Pengendali) Satgas Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Utara, tepatnya di Markas Komando Taktis Satgas Pamtas RI-Malaysia Nunukan.
“Kita serah terima dari Yonarmed 18/Komposit Buritkang kepada Yonif 621/Manuntung dan Yonarmed 5/105 Tarik/PG,” kata Deny.
Deny mengatakan, Dislokasi Satgas Pamtas Ri-Malaysia Yonif 621/Mtg dengan kuat personel 450 orang dengan Jumlah Pos Pamtas 17 Pos yang terdiri dari 16 Pos di Wilayah Nunukan dan 1 Pos perwakilan Tarakan.
“Seperti penugasan seorang tentara pada umum nya, selama kurang lebih 13 bulan Batalyon Infanteri 621/Manuntung melaksanakan tugas pokok seperti pengamanan di Wilayah perbatasan,” papar Deny.
Ia mengatakan spesifikasi tugas di sana antara lain, patroli patok perbatasan, pencegahan pelintas batas ilegal, ilegal loging, iligal mining, penyelundupan miras dan narkotika serta melaksankan kegiatan binter (Pembinaan teritorial).
“Alhamdulillah, selama 13 bulan penugasan yonif 621/mtg mendapatkan beberapa prestasi tidak hanya menggagalkan narkoba jenis sabu sebanyak 25, 3 Kilogram,” kata Deny.
Ia mengatakan prestasi lain yakni penyerahan senjata jenis rakitan oleh warga sebanyak tujuh pucuk senjata, menggagalkan penyelundupan berbagai jenis miras illegal sebanyak 360 botol.
“Selain itu, menggagalkan penyelundupan minyak ilegal sebanyak 336 liter dan menggagalkan penyelundupan kosmetik ilegal sebanyak 10.780 pcs,” ucap Deny
Ia mengakui hingga penugasan tersebut selesai, semua personel dalam keadaan sehat dan selamat.
“Semua sudah kembali ke Markas Batalyon 621 Manuntung,” tutup Deny.
Reporter: HN Lazuardi






