terasbanua.my.id, Barabai – Warga Desa terpencil di Pegunungan Meratus Kecamatan Batang Alai Timur (BAT) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) akhirnya bisa berselancar di internet.
“Sudah bisa (akses internet) per 13 Mei tadi. Dapat pesan via WhatsApp dari Pembakal Juhu, internet satelit sudah bisa digunakan,” kata Camat BAT Misradi, Rabu (24/5/2023).
Akses telekomunikasi berbasis internet itu sebelumnya sangat diharapkan oleh masyarakat. Tujuannya untuk mendukung kemajuan desa di wilayah terpencil tersebut.
Kata Camat Misradi, akses internet itu menjadi hal yang membanggakan. Hasil dari kunjungan Bupati HST, H Aulia Oktafiandi melalui Expedisi Meratus Januari 2023.
Selain membawa misi pendidikan juga mendengarkan aspirasi warga di antaranya fasilitas internet.
Dijelaskan Camat, hal ini tentu akan sangat bermanfaat dan memudahkan pemerintahan desa berkomunikasi.
“Akhir Mei 2023 ini menyusul Desa Aing Bantai dan Desa Batu Perahu juga akan menikmati internet satelit ini,” tutup Misradi.
Terpisah, Bupati Aulia mengatakan hal itu merupakan komitmennya dalam membangun HST hingga ke pelosok atau pedalaman Bumi Murakata.
Pada Januari 2023 lalu, Aulia memboyong para Kepala SKPD/SOPD melakukan Ekspedisi Meratus. Merka mengunjungi desa terpencil, terjauh dan terluar di sehunjuran Meratus BAT HST.
Selama perjalanan 5 hari, Aulia menyerap aspirasi warganya.
“Salah satu aspirasi masyarakat adalah permohonan fasilitasi internet satelit agar desa mereka tidak terisolir lagi. Hal ini kami wujudkan dengan fasilitasi internet satelit,” tutup Aulia.
Pembakal Desa Juhu, Abdul Dunduk melalui video singkat menyampaikan atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkab HST.
“Hal ini (internet) dapat mendukung dan memudahkan kinerja pemerintahan desa Juhu sehingga dapat membantu pelayanan masyarakat,” aku Pembka Dunduk.

Bupati Aulia saat memboyong jajarannya melakukan Ekspedisi Meratus meyerap aspirasi warga pedalaman di Juhu BAT, Januari 2023.
Meski bisa merasakan internet, ada sejumlah faktor yang jadi kendala.
Informasi digali terasbanua melalui para pendaki yang menuju Juhu, hal utama yang menjadi kendala yakni listrik, belum stabil
Pendaki yang enggan disebut namanya itu menerangkan, listrik tidak sanggup untuk menghidupkan alat akses point alias pembagi wifi. Alhasil hanya di titik tertentu internet bisa diakses dan terkadang mati-nyala.
“Baterai atau aki solar panel hanya bisa digunakan sebentar,” kata dia.
Kendati demikian, kata dia internet sangat menunjang kegiatan di sana. Terlebih soal informasi.
“Sekarang warga Juhu tidak lagi menunggu waktu sehari untuk dapat informasi,” tutup dia.
Reporter: HN Lazuardi






