terasbanua.my.id, Banjarmasin – Kota Banjarmasin masuk dalam peringkat ke lima penyakit Diabetes Melitus di Kalimantan Selatan (Kalsel) berdasarkan data tahun 2022 lalu.
Melihat hal itu, upaya menekan angka kasus penyakit diabetes menjadi atensi serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.
Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadan mengatakan diabetes bukan penyakit yang menular. Namun pengaruh dari gaya hidup seseorang.
“Pola makan tidak sehat,kurang olahraga, gaya hidup yang memicu seseorang menderita diabetes,” ucap Madan sapaan akrabnya, Rabu (17/5/2023).
Guna menanggulangi penyakit diabetes itu, menurut Madan perlunya menjaga pola makan yang baik dan tidak berlebihan khususnya pada makanan yang menyebabkan diabetes seperti makanan yang manis-manis.
Apalagi saat ini banyak sekali jajanan manis yang dijual dan serba instan. Tak heran penderita penyakit diabetes sekarang ini banyak di usia anak-anak muda. Beda dengan dulunya, penderita diabetes banyak usia di 50 tahun ke atas.
“Ya harus dijaga pola makannya dan jangan malas bergerak agar kalori terbakar,” pesannya.
Untuk menekan kasus diabetes di kota berjuluk Seribu Sungai, pihaknya akan lebih masif lagi mensosialisasikan pentingnya menjaga asupan gizi yang masuk ke tubuh di tengah masyarakat.
Penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah itu dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf.
Maka dari itu, diabetes yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf di kaki.
Hamdiah







