terasbanua.my.id, Barabai – Prosesi ‘Batumbang Apam’, salah satu tradisi yang masih dilaksanakan di Hulu Sungai Tengah (HST).
Adat itu dilaksanakan pasca-Idulfitri secara masal di masjid. Biasanya pada hari ketiga setelah lebaran.
Adat itu, esensinya mengenalkan anak kepada tempat ibadah. Harapannya, mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan tuntutan dan ajaran Islam.
Hal itu terlihat dari prosesi Batumbang Apam. Budaya dan ritual sarat makna religi.
Prosesi sarat makna agamis itu terlihat dari memijakkan kaki anak ke tangga mimbar tempat khatib berkhotbah. Dari undakan bawah sampai atas, diikuti lantunan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw dan ditutup doa.
Sedangkan dari sisi budayanya terlihat pasca-anak usai menaiki anak tangga. Para orang tua yang sudah menyiapkan kue apam setinggi anak dan koin logam untuk dibagikan ke warga yang menghadiri tradisi. Uang-uang nampak digantung di payung yang sudah dihias dan tersusun rapi.
Secara garis besar, adat yang dipercaya masyarakat itu dilaksanakan dengan tujuan agar kelak si anak senantiasa suka ke masjid atau pun tempat ibadah.
Batumbang Apam di 2023 pasca-Idulfitri tadi menjadi hal spesial bagi Bupati HST, H Aulia Oktafiandi dan Istri, Cheri Bayuni Budjang. Anak pertamanya, Andri Sulaiman yang berusia 15 bulan ikut serta dalam tradisi yang dilaksanakan di bulan Syawal itu.
Prosesi tahunan yang telah diusulkan Dinas Pendidikan (Disdik) HST sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada 2022 itu dilaksanakan di Masjid Al Munawarrah, Desa Pajukungan, Kecamatan Barabai, Selasa (25/4).
“Ini adalah warisan budaya turun temurun, kita wariskan untuk anak-anak kita karena mereka adalah penerus kita kelak nanti,” kata Aulia saat menghadiri acara itu.
Soal sarat makna, Batumbang Apam diamini Bupati Aulia. Dia menilai prosesi itu membiasakan anak-anak untuk mendatangi tempat ibadah.
Kata Aulia, orang tua zaman dahulu telah memikirkan pentingnya mengenalkan tempat ibadah kepada anak-anak.
“Tradisi inilah mungkin saat itu dipilih sebagai cara atau sarana untuk mengenalkan tempat ibadah kepada anak sejak dini,” ucap dia.
Perlu dicatat, Aulia berpesan pada dasarnya orang tua harus memberikan suri tauladan bagi anak-anak mereka agar selalu datang ke masjid.
“Meskipun sudah melaksanakan tradisi itu, orang tuanya tetap harus sering membawa anak-anak mereka ke masjid,” harap Aulia.

Bupati Aulia memijakkan kaki sang anak di mimbar Masjid Al Munawarrah, Desa Pajukungan, Kecamatan Barabai, Selasa (25/4/2023).
Selain itu, Aulia berharap budaya lokal tersebut dapat cepat di akui secara nasional.
Meminjam catatan panitia pelaksana, Batumbang Apam pada 2023 ini diikuti dari berbagai desa di HST.
“Total ada 70 peserta,” kata Pembakal Desa Pajukungan, Suparyono.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati HST dan dinas terkait karena sudah mendukung tradisi yang hanya dilakukan di Desa Pajukungan.
“Jika ada kekurangan dalam pelaksanaannya kami mohon maaf. Kami juga mengapresiasi jajaran perangkat Desa Pajukungan. Yang memberikan sumbangsih hingga acara ini bisa terlaksana,” tutup Suparyono.
HN Lazuardi






