terasbanua.my.id, Banjarmasin – Menanggapi banyaknya pemberitaan terkait tarif tiket masuk di destinasi Kampung Ketupat yang dinilai mahal oleh sebagian masyakarat Kota Banjarmasin baru-baru ini, PT Juru Supervisi Indonesia selaku pengelola angkat bicara.
Head Of Business Development, PT Juru Supervisi Indonesia, M Wahyu Ramadhan menjelaskan berdasarkan dari kerja sama yang terjalin dengan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, bahwa pengelolaan Kampung Ketupat diserahkan sepenuhnya PT. Juru Supervisi Indonesia.
Mengingat, destinasi ikon baru di Kota Banjarmasin itu terlebih dahulu dilakukan penataan kawasan yang telah menghabiskan anggaran Rp. 6 miliar investasi dari PT. Supervisi Indonesia.
“Setiap bulannya juga ada biaya operasional dan pemeliharaan aset yang telah dibangun yang diproyeksikan menelan Rp. 200 juta,” ungkap Head Of Business Development, PT Juru Supervisi Indonesia, M Wahyu Ramadhan melalui press release resmi, Selasa (11/7/2023).
Hal itulah lanjut Wahyu, membuat pengelola menerapkan tarif masuk pada setiap pengunjung yang datang untuk menambah biaya operasional, pemeliharaan dan kebersihan di kawasan Kampung Ketupat.
Mengingat seluruh stand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di dalam kawasan Kampung Ketupat tidak dikenakan sewa bulan. Hanya bagi hasil saja, guna meringankan para UMKM.
“Namun tarif masuk dikenakan tidak hanya masuk saja, tapi mendapat voucher minum dan gratis memasuki area spot foto,” bebernya.
Di samping, memang ada pembatasan jumlah pengunjung guna menjaga faktor keamanan dan kenyamanan pengunjung. Apalagi hampir seluruh bangunan menggunakan material natural berupa bambu.
Sementara itu, untuk angka besaran pembelian tiket masuk ditetapkan berdasarkan hasil survey rata-rata jumlah kunjungan setiap harinya sejak kawasan Kampung Ketupat dibuka serta diperoleh besaran pembelian voucher minuman bervariasi setiap harinya.
Hari Senin dan Selasa harga voucher minuman senilai Rp 10.000,- / orang. Kemudian hari Rabu dan Kamis harga voucher minuman senilai Rp 15.000,- / orang. Sementara hari Jumat, sabtu dan Minggu voucher minuman senilai Rp 20.000,- / orang.

“Tarif masuk akan terus di evaluasi mengikuti demand dan kondisi di lapangan agar diperoleh formulasi dan nilai yang ideal baik bagi masyarakat maupun operasional kawasan Kampung Ketupat itu sendiri,” tuturnya.
Namun yang jelas lanjutnya, pihaknya berupaya untuk membuat Kawasan Kampung Ketupat dapat menjadi alternatif ruang publik yang hidup dengan menyelenggarakan kegiatan seni.
Misalnya saja acara Ketupat Budaya Banjar yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 14 sampai dengan 28 Juli 2023. Dimana dalam rangkaian acara itu sekaligus peresmian Kawasan Kampung Ketupat oleh Wali Kota Banjarmasin pada tanggal 14-15 Juli 2023.
“Kegiatan ini sebagai bentuk konkret kolaborasi kerjasama antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan PT. Juru Supervisi Indonesia dalam menggairahkan sektor pariwisata, kesenian dan kebudayaan di Kota Banjarmasin.
“Besar harapan dimasa mendatang dengan dukungan Pemerintah Kota dan seluruh warga Kota Banjarmasin, Kawasan Kampung Ketupat dapat menjadi magnet baru dalam aktivitas pariwisata, kesenian dan kebudayaan di Kota Banjarmasin,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






