terasbanua.my.id, Barabai – Kondisi Bumi Murakata, sebutan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pascabanjir cukup memprihatinkan.
BPBD HST mencatat, banjir sejak Kamis (15/3/2023) melanda 5 dari 11 kecamatan di HST. Banjir menggenangi 15 desa.
Ribuan jiwa pun terdampak banjir pada Maret 2023 ini. BPBD HST menghitung, sudah 1.606 kepala keluarga dengan jumlah 4.688 jiwa terdampak banjir
Setidaknya ada 1.304 rumah terdampak, 29 di antaranya mengalami rusak. Rinciannya ada 21 rumah rusak ringan, 6 rusak berat dan 2 unit rumah hilang dan puluhan fasilitas umum terdampak, di antaranya jembatan dan jalan.
Kondisi itu dipastikan langsung oleh orang nomor 1 di HST, Bupati H Aulia Oktafiandi.
Nyaris seharian dia berkutat dengan warga terdampak banjir hingga ke pelosok Bumi Murakata, Minggu (18/3/2023).
Aulia melihat langsung kondisi pascabanjir Kamis (16/3/2023) lalu. Sejumlah sarana-prasarana rusak akibat terendam bahkan ada yang hilang terseret arus air.
Aulia memboyong Dinas PUPR, Sosial, Perkim, BPBD dan para camatnya di HST unruk mendatangi lokasi terdampak itu. Guna menganalisa apa yang perlu dilakukan.
Dimulai dari hulu,kecamatan Hantakan. Di sana, Aulia melihat langsung dampak banjir seperti jembatan yang hilang di Desa Bulayak dan Patikalain. Bupari Aulia juga mendatangi 4 kepala keluarga warga yang rumahnya rusak serta hilang akibat terseret arus sungai di Desa Tilahan.
Perjalanan menelusuri daerah terdampak dilanjutkan ke hilir. Tepatnya di Desa Masiraan dan Jaranih Kecamatan Pandawan.
Aulia mendapati ketinggian air sedada hingga sepinggang di sana. Dia harus menerobos banjir itu untuk melihat kondisi warganya yang terdampak.
Sejumlah bantuan pun mengalir untuk warga yang terdampak itu. Mulai dari uang tunai, bahan makanan hingga peralatan rumah tangga seperti keperluan dapur dan perlengkapan tidur.
Kata Aulia, cuaca akhir-akhir ini ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi hampir setiap hari mengguyur Kalsel khususnya HST.
“Memang tidak bisa dihindari dan sangat rentan banjir. Karena itu warga diminta tetap tenang, bersabar dan terus berdoa agar terhindar dari marabahaya serta musibah,” kata dia.
Soal rumah warga yang rusak berat hingga hilang di Tilahan RT 3, Bupati Aulia meminta kepala desa untuk diprioritaskan. Terutama untuk pengajuan pembangunan rumah layak huni ke instansi terkait.
“Musyawahrahkan dengan warga dan aparat desa untuk menjadi skala prioritas,” pinta Bupati Aulia.
Pun demikian dengan jembatan yang hanyut di Bulayak dan Patikalain. Aulia memerintahka Camat Sahri Ramadhan agar dilakukan perbaikan.
“Sementara jembatan darurat sementara, sembari menunggu di mana ada beberapa jembatan yang akan diperbaharui dan dibangun oleh Dinas PUPR pada 2023 ini,” terang Aulia.
Penanganan banjir ini, kata Aulia harus melibatkan lintas instansi dan sektoral. Karena itu, dia berharap instansi terkait bekerja sama mendata warga terdampak.
“Hal ini ditujukan agar setiap warga yang terdampak turut merasakan bantuan yang diberikan oleh Pemkab HST,” jelas Bupati Aulia.
Menanggapi soal fasilitas umum di Hantakan yang rusak, Camat Sahri Camat menyebut pihaknya sudah mengusulkan perbaikan jembatan di beberapa desa.
Dia merincikan tahun ini, ada beberapa jembatan prioritas atau yang sudah rusak beray akan diperbaiki. Di antaranya, di Desa Batu Tunggal, jembatan di Mungkur Uar Tilahan yang usianya 20 tahun dan jembatan di Sungai Pabaan.
“Jembatan kayu ulin itu kondisinya memprihatinkan. Oprit jembatan mulai tergerus. Jembatan-jembatan ini diusulkan rehab berat,” kata Sahri.
Sedangkan untuk jembatan Patikalain akan dibangun permanen tahun ini.
“Sekarang jembatan darurat sudah selesai dibangun oleh desa bersama BPBD, TNI-Polri dan masyarakat dengan dana desa. Ada juga bantuan logistik konsumsi dari Dinas Sosial HST,” terang Sahri.
Terkait rumah rusak berat dan hilang, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) HST, H Sa’dianoor menyebut akan dimasukkan ke dalam Program Bedah Rumah.
“Untuk rumah yang hanyut kami minta agar tidak menempati posisi semula. Pembangunan rumah selanjutnya untuk mencegah seperti yang sudah terjadi,” pinta Sa’dianoor.
Untuk diketahui, Bupati Aulia memboyong para kepala dinas untuk melihat langsung kondisi pascabanjir. Anggota TNI-Polri pun ikut serta mendamping Bupati HST menerobos banjir yang masih terjadi di wilayah hilir, Pandawan dan Labuan Amas Utara (LAU).
Bantuang bahan makanan, barang dan uang tunai juga diserahkan langsung Bupati Aulia. Kepada masing-masing kepala keluarga yang rumahnya rusak berat dan hilang di Tilahan Hantakan, Aulia menyerahkan Rp2 juta serta sembako, peralatan dapur dan tidur.
Reporter: HN Lazuardi






