terasbanua.my.id, Barabai – Sempat tertunda beberapa tahun, pembangunan sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum H Damanhuri (RSHD) Barabai bakal dilanjutkan.
Sejatinya, pembangunan untuk RSHD itu beberapa kali terkendala. Terkendala kasus korupsi sampai yang terakhir masa pandemi Covid-19.
Terbaru, rupanya pihak RSHD mulai menapaki kembali kelanjutan pembangunan itu. Demi mewujudkan akselerasi pelayanan.
Dibantu pihak Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST), Bupati H Aulia Oktafianfi dan juga Sekda HM Yani beberapa kali audiensi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Alhmadulillah RSHD didukung penuh oleh Kemenkes untuk melakukan transformasi pelayanan kesehatan,” kata Direktur RSHD Barabai, Dokter Nanda SAYU, Rabu, (6/9/2023).
Pembangunan yang dimaksud yakni, bangunan IGD Terpadu. Pembangunan dimulai akhir 2023 ini.
Dokter Nanda merincikan, IGD Terpadu itu berlantai 4. Lantai pertama yakni IGD, lantai 2 instalasi laboratorium, lantai 3 ruang ICU dan lantai 4 kamar operasi.
“Sesuai amanah dari Kemenkes, kamar operasi mendukung operasi jantung,” kata Nanda.
Pada 2023 ini, kata Nanda RSHD, fokus pembangunan menggunakan dana BLUD Rumah Sakit sebesar Rp10-15 miliar. Sementara di 2024 nanti anggaran pembangunan akan dicoba pada APBD HST.
“Untuk APBD sebesar Rp50 miliar. Kemudian dari hasil audiensi ke Kemenkes, kami dapat bantuan Rp50 miliar dari APBN,” terang Nanda.
Lantas bagaimana dengan SDM rumah sakitnya?
Kata Nanda, RSHD secara kuantitas tidak kurang. Tinggal membenahi kualitasnya.
Tercatat ada 229 ASN Nakes saat ini di RSHD. Di 2023 ini, pihaknya memgusulkan lagi 194 Nakes untuk PPPK.
“Kita akan berbenah meningkatkan kualitas SDM dengan dukungan dana BLUD. Serta juga dapat dukungan Pemkab HST dalam meningkatkan kualitas SDM,” terang Nanda.
Dokter sepsialis bedah itu berharap transformasi percepatan peningkatan layanan di RSHD Barabai cepat terlaksana.
“Sehingga sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh pak menteri kesehatan,” tutup Nanda.
Reporter: HN Lazuardi






