terasbanua.my.id, Barabai – Satu lagi putra daerah membawa nama baik Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di kancah nasional.
Dia seoranga atlet junior tenis lapangan. Tergabung dalam Komunitas Tenis Murakata Junior, Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Barabai.
Namanya, M Ferris Ukail Pristiawan. Orang terdekatnya sering menyapanya dengan sebutan Koko.
Koko berhasil menembus Peringkat Nasional Pelti (PNP) untuk kesekian kalinya. Dia menyabet 2 medali pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Por Maesa Junior TDP atau Turnamen Diakui Pelti pada Piala Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang digelar 11-17 September 2023.
Bertanding di kelompok umur 12 tahun, anak ke 3 dari Yudha Bayu itu menyabet juara pertama dan kedua. Juara pertama pada kelas ganda putra sementara juara kedua di kelas single atau tunggal.
Untuk menembus PNP 1, pelajar SMPN 1 HST kelahiran 2011 itu harus menghadapi puluhan atlet junior dari berbagai provinsi se Indonesia. Di Yogya, selama 5 hari dia berjuang memperebutkan medali dan gelar PNP itu.
Pada final kelas tunggal, Koko hanya kalah melawan atlet asal Semarang Jateng. Sementara di ganda, Koko yang berpasangan dengan atlet asal Suko Jateng berhasil menundukkan pemain asal Bali dan Lampung.
“Alhamdlulliah berkat dukungan semua pihak, Pemkab HST, pihak sekolah dan juga Koni HST,” kata Sang Ayah, Yudha, Sabtu (16/9/2023).
Saat ini, kata Yudha, Koko dalam berada di Camp Sekolah Tenis Sukoharjo Jateng. Di sana dia dilatih oleh pelatih profesional, Andhy Santoso.
“Ke depannya atau minggu depan akan tanding di TDP NextGEN, Malang. Kategori J2. Tingkat Nasional sampai Asia. Melibatkan pemain UTR. Semua kumpul di sana 24-30 September ini,” terang Yudha.
Kemudian, Koko juga dijadwalkan akan tanding pada International Junior Tennis Championship di Makodam V/Brawijaya.
Sejatinya, Koko sudah kenal tenis sejak umur 8 tahun. Dia dilatih sendiri oleh ayahnya, Yudha serta mendapat dukungan Pelti Barabai dan klubnya.
Umur 10 tahun dia mulai ikut pertandingan. Sejak saat itu hingga sekarang sudah tak terhitung berapa koleksi medali diprolehnya.
“Awal masuk PNP usia 10 tahun. Pertandingan pertama itu di Makasar,” terang Yudha.
Menjadikan Koko berprestasi, tambah Yudha tak serta merta. Banyak kendala atau pun rintangannya, terlebih saat membawa tour tanding ke luar pulau.
Biasanya, atlet muda seperti Koko itu banyak diincar atau dilirik daerah-daerah lain. Tentunya untuk membela daerah itu.
“Kami pertahankan untuk membela HST,” tutup Yudha.
Reporter: HN Lazuardi






