Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Hulu Sungai Tengah · 20 Sep 2023 20:48 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Assisment Eradikasi Frambusia, Dinkes HST Lulus Tahap Penilaian


 Verifikasi Assissment Eradikasi Frambusia Dinkes HST dari Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (14/9/2023) lalu. Perbesar

Verifikasi Assissment Eradikasi Frambusia Dinkes HST dari Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (14/9/2023) lalu.

terasbanua.my.id, Barabai – Frambusia atau penyakit kulit masih menjadi masalah kesehatan di Hulu Sungai Tengah (HST).

Meski pun sudah jarang ditemui, penyakit kronis yang dapat menular melalui sentuhan fisik itu harus tetap diantisipasi. Karena rentan terjadi pada anak-anak usia produktif.

Berangkat dari masalah itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) HST menjalani kegiatan Verifikasi Assissment Eradikasi Frambusia dari Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (14/9/2023) lalu.

Plt Kepala Dinkes HST, H Mursalin, mengatakan instansinya telah lulus tahap penilaian dari Dinkes Kalsel. Dinkes HST meraih nilai 85,05 atau kategori A, bebas frambusia.

Prestasi itu, kata Mursalin tak lepas dari pihak pusekesmas dan nakes. Melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari Frambusia.

“Puskesmas telah memberikan edukasi kepada masyarakat dengan menjelaskan apa itu penyakit frambusia, penyebab terjadinya hingga cara pencegahannya,” kata Mursalin.

Sementara itu, Komisi Ahli Frambusia dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Abdur Rahim menyebut Indonesia sudah menandatangi perjanjian global. Isinya tentang ikut serta dalam pencegahan penyakit menular frambusia ini.

“Frambusia sudah jarang ditemui. Namun, harus tetap diantisipasi,” kata Komisi Ahli Frambusia dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Abdur Rahim.

Melalui kegiatan itu, kata dia diharapkan semua provinsi di Indonesia Bebas Frambusia pada 2030.

“Pencegahan tidak bisa jika hanya dilakukan oleh tenaga medis, perlu semua sektor bergerak dengan mengaktualisasikannya dalam bentuk program yang nyata,” tekan Abdur.

Dia juga menekankan agar pihak puskesmas sungguh-sungguh mengidentifikasi kasus-kasus yang mirip-mirip Frambusia.

“Kami ingin pastikan apakah memang Frambusia atau bukan. Kemudian kita periksa jika itu negatif, maka dapat mengklaim bahwa wilayahnya bebas dari Frambusia,” tutup Abdur.

Reporter: HN Lazuardi

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Ke RSHD Barabai, Ombudsman Tegas Soal Pelayanan Publik

4 September 2025 - 20:06 WITA

RSHD Barabai Kembali Gandeng Kejaksaan HST

7 Agustus 2025 - 17:06 WITA

RSHD Berikan Dukungan Medis ke Rutan Barabai

6 Agustus 2025 - 16:59 WITA

RSHD Barabai Gelar Pelatihan Emergency

14 Juli 2025 - 16:53 WITA

Komisi I DPRD HST Sidak ke RSHD Barabai

12 Juni 2025 - 16:46 WITA

RSHD Barabai Gandeng Lazismu HST Kelola ZIS, Simak Manfaatnya!

16 Mei 2025 - 16:39 WITA

Trending di Hulu Sungai Tengah