Menu ✖

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 4 Jul 2025 11:24 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Aspek Pengawasan Kini Jadi Perhatian Utama Tim Pencegahan Stunting di Banjarmasin


 Aspek Pengawasan Kini Jadi Perhatian Utama Tim Pencegahan Stunting di Banjarmasin Perbesar

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Masalah stunting tak cukup hanya ditangani dengan program seremonial. Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) bergerak cepat dengan memperkuat kapasitas seluruh unsur di lini terdepan, dari camat, lurah, hingga petugas Puskesmas.

Langkah ini diwujudkan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP2S) Kota Banjarmasin yang digelar selama dua hari, 1–2 Juli 2025, di Hotel Rattan Inn, Jalan A. Yani Km 5.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Machli Riyadi. Dalam arahannya, Machli menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan strategi nyata, sinergi, serta pemahaman regulasi yang terus berkembang.

“Hari ini saya mewakili Wali Kota dan Ibu Ketua TP PKK untuk memastikan bahwa seluruh pelaksana percepatan penanganan stunting di Banjarmasin mendapatkan penguatan kapasitas yang konkret. Ini bukan hanya soal menurunkan angka, tapi soal menyelamatkan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Menurut Machli, penguatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga faktor pengawasan. Untuk itu, dengan menggaet narasumber dari Kementerian Dalam Negeri serta pemateri lainnya yang berkompeten, langkah penguatan kapasitas ini diharapkan bisa menjadi langkah solutif.

“Kami mengundang seluruh komponen dari kecamatan, kelurahan, Puskesmas, termasuk para nutrisionis, perawat, dan bidan. Karena kita sama-sama tahu, stunting adalah masalah gizi kronis yang membutuhkan intervensi langsung dari tenaga medis di lapangan,” tegasnya.

Machli mengakui bahwa selama ini kelemahan utama dalam penanganan stunting adalah lemahnya sistem pengawasan dan sinergi antar instansi.

“Kami tidak ingin hanya bergerak di atas kertas. Penguatan pengawasan akan jadi prioritas tahun ini. Karena kalau pengawasannya lemah, maka akurasi data dan intervensi lapangan juga akan keliru,” jelasnya lagi.

Dirinya menuturkan, tahun 2025 ini harus jadi momentum awal untuk menentukan hasil evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh di tahun depan. Kendati begitu, Pemko Banjarmasin optimis angka stunting bisa ditekan secara signifikan.

“Dimulai tahun ini, hasilnya dievaluasi tahun depan. Kita tidak bisa berharap hasil instan, tapi kita harus mulai dari sekarang. Optimisme ini sejalan dengan misi utama Wali Kota, menciptakan generasi penerus yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Penurunan stunting adalah bagian tak terpisahkan dari itu,” tukasnya.

Diskominfotik/Hamdi

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Yamin Apresiasi Keberadaan  Posbankum di Setiap Kelurahan

28 September 2026 - 01:46 WITA

Tinjau Sungai Pemurus, Wali Kota Yamin Ajak Warga Jaga Sungai sebagai Sumber Kehidupan

26 September 2026 - 01:42 WITA

Puncak Peringatan 5 Abad Kota Banjarmasin: Wali Kota Yamin Beserta Jajaran Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Sultan Suriansyah

24 September 2026 - 01:39 WITA

Sambut 5 Abad Kota, RSUD Sultan Suriansyah Tambah Layanan Poli Ortopedi dan Laboratorium PA

23 September 2026 - 01:34 WITA

Bunda PAUD Banjarmasin Luncurkan Gerakan Batiti ke SD

18 September 2026 - 01:30 WITA

Wali Kota Yamin Putuskan Batalkan Kemeriahan Hari Jadi ke-500

17 September 2026 - 11:46 WITA

Trending di Banjarmasin