terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dibalik adanya fasilitas angkutan gratis berupa minibus untuk para pemudik lebaran Hari Raya Idul Fitri yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimatan Selatan (Kalsel). Nampaknya, membuat resah para sopir angkutan umum khususnya sopir taksi lintas banua.
Bukan tanpa alasan, adanya fasilitas angkutan mudik gratis tersebut. Tentunya berdampak pada mata pencarian para sopir terutama pada saat lebaran.
“Sebenarnya kami sangat menolak adanya bus gratis karena ini sudah berurusan soal perut,” ungkap salah satu sopir yang biasa mangkal Terminal tipe B KM 6 Banjarmasin, Berkati Rahim kepada terasbanua.my.id saat berbincang-bincang, Kamis (13/4/2023).
Bahkan diakuinya sebelum adanya angkutan gratis untuk mudik tersebut. Penarikan penumpang dari pemudik juga sudah sepi.
Menurutnya, penyebab sepinya peminat angkutan umum untuk berpergian karena sekarang orang dengan mudah sewa mobil yang bisa dilakukan melalui online.
Selain itu, kredit kendaraan motor yang gampang juga menjadi salah satu alasan orang tidak lagi menggunakan angkutan umum ataupun taksi.
“Ini sudah jadi masalah kami sejak lama. Ditambah ada bus gratis ini,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Ahmad Zaini yang mengaku keberatan dengan adanya angkutan mudik gratis tersebut.
“Ya kami akui kami keberatan,” ujarnya.
Mengingat dampaknya akan membuat penarikan penumpang saat lebaran kian sedikit. Tentunya hal itu berpengaruh pada pendapatannya.
Dimana sebelumnya, operasional taksinya tak jarang tak bisa menutup uang bensin karena sedikitnya penumpang.
“Mulai Kandangan ke Martapura lanjut ke Banjarmasin hanya dapat dua penumpang. Cuman Rp. 100 ribu saja, sedangkan bensin ngisi full Rp. 300 ribu,” bebernya.
Kendati demikian, sopir sepertinya tidak hanya menarik penumpang saja. Tapi pengantaran barang yang masih banyak peminatnya.
Dari pengantaran barang tersebut, sedikitnya bisa menutup kerugian. Namun itu sifatnya untung-untungan karena tidak setiap hari ramai.
“Melalui pengantaran barang itu yang jadi harapan kami,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Fitri Hernadi mengatakan sebelumnya pihaknya sudah memikirkan nasib para sopir khususnya dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) dengan adanya angkutan mudik gratis tersebut.
“Makanya, angkutan gratis ini kita lakukan saat perjalanan mudik. Untuk arus balik mudik itu jadi kesempatan para angkutan umum,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Pemprov Kalsel melalui Gubernur Sahbirin Noor juga akan memberikan buah tangan kepada para sopir sebagai kompensasi.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






