terasbanua.co.id, Barabai – Persatuan Balogo Seluruh Indonesia (PORGOSI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar lomba tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Lomba Balogo digelar di Lapangan Tenis Bungur Barabai selama 3 hari. Terhitung sejak 22 – 24 Desember 2023.
Nampak lomba begitu meriah. Bahkan total peserta mencapai 500 orang lebih.
Sekretaris Panitia Pelaksana Lomba Balogo, Tri Anggara menyebut agenda itu digelar dalam rangka Hari Jadi (Harjad) ke 64 HST. Yang mana Harjad HST jatuh tiap 24 Desember.
“Selain tingkat Kalsel juga diadakan tingkat Kabupaten HST,” kata Sabtu (23/12/2023).
Lelaki yang akrab disapa Angga itu merincikan, untuk tingkat HST ada 3 kategori lomba. Mulai dari pelajar, instansi dan umum.
Sementara untuk tingkat provinsi ada 2 kategori lomba. Beregu putra dan beregu putri.
“Acara ini rutin digelar. Tahuni ini yang ke 3 diselenggarakan oleh Porgosi. Kami didukung oleh Bank Kalsel, Kormi dan Disporapar HST,” terang Angga.
Yang tak biasa dari agenda tahun-tahun sebelumnya, kata Angga pihaknya kedatangan peserta tim dari desa di Pegunungan Meratus Batang Alai Timur, yakni Juhu. Baik dari tingkat pelajar maupun instansi yakni, Pemerintah Desa Juhu.
Status desa itu sebelumnya merupakan Desa Sangat Tertinggal. Pada masa pemerintahan yang dipimpin Bupati HST saat ini, H Aulia Oktafiandi, statusnya naik menjadi Desa Tertinggal.
“Kami mengapresiasi partisipasi peserta dari Meratus yang datang jauh-jauh untuk mengikuti lomba,” tutup Angga.
Angga berharap lomba Balogo tahun depan bisa digelar regional.

Melihat antusias dan meriahnya lomba saat itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporapar HST, Agus Safitri menyebut akan memajukan olahraga tradisional tersebut. Misalnya saja pembinaan dari hasil lomba itu dan menambah hibah untuk KORMI HST pada 2024.
Sehingga ke depannya, Agus menyebut lomba tradisional Balogo akan menjadi sebuah platform baru untuk meraih prestasi yang dapat membawa nama baik HST.
“Olahraga ini juga menjadi agenda tahunan kita di HST. Sehingga ke depannya, per kecamatan bisa ikut menyelenggarakan olahraga ini,” tutur Agus.
Sementara itu, Ketua KORMI HST, H Nasruddin SY melalui Tim Humasnya, Lazuardi mengamini langkah pihak Disporapar. Turut serta melestarikan permainan tradisional sebagai aset budaya bangsa di Kalimantan Selatan, khususnya di HST.
Selain itu, kata Lazuardi, olahraga tradisional Balogo memiliki nilai-nilai pendidikan. Seperti halnya olahraga jenis akurasi, di dalamnya ada konsentrasi, akurasi dan ketenangan.
“Juga yang terpenting, olahraga itu adalah kebersamaan dan terjalinnya silaturahmi. Serta dapat membangkitkan semangat berolahraga di kalangan masyarakat,” tutup Lazuardi.
Reporter: HN Lazuardi






