terasbanua.my.id, Barabai – Tiga Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) rencana pembangunan di Hulu Sungai Tengah (HST) tengah disusun jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, per November 2023.
Ketiganya yakni, KLHS Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024-2044.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (LHP) melalui, Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungannya, Haikal menyampaikan progres penyusunannya masih terus berjalan.
“Untuk KLHS RPJPD 2025-2045 sudah melewati konsultasi publik 2, RPJMD 2025-2030 sudah konsultasi publik 1, dan RTRW 2024-2044 sudah tahapan FGD dan analisis yang nantinya juga akan diadakan konsultasi publik,” kata Haikal.
Keberadaan KLHS, kata Haikal sangat penting sebagai pedoman lingkungan dalam berbagai pembangunan di HST. Untuk itu, hasil kajiannya pun juga akan diuji dan divalidasi oleh Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) ke depannya.
“Poinnya dalam setiap pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan, jangan sampai merusak,” jelas Haikal
Dalam beberapa kesempatan konsultasi publik, sejumlah organisasi, lembaga swadaya masyarakat, maupun pemerhati lingkungan berulang kali menekankan, pihaknya sepakat tidak ada ruang untuk tambang batu bara maupun industri ekstraktif di HST.
Hal itu ditegaskan mengingat masih kuatnya penolakan masyarakat terkait adanya tambang batu bara dan industri ekstraktif yang berpotensi merusak lingkungan di HST. Terlebih, pada 2021 lalu Kabupaten HST telah dilanda bencana banjir bandang.
“Semestinya pemerintah harus lebih serius lagi mendorong ketahanan pangan dan pemanfaatan hutan kita. Karena hal itu sangat vital untuk keberlangsungan kehidupan,” tutup aktivis lingkungan, Kosim
Reporter: HN Lazuardi






