terasbanua.my.id, Banjarmasin – Dampak dari polusi udara buruk akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kini terjadi beberapa hari belakangan, proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pun dipertimbangkan.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pertimbangan PJJ itu ada setelah banyaknya usulan meminta sekolah diliburkan saat kondisi buruknya kabut asap sekarang ini.
Bukan tanpa alasan, status udara Kota Banjarmasin saat ini sudah membahayakan hingga diharuskan menggunakan masker saat keluar rumah.
“Akan tetapi kita tetap melihat kondisi yang ada seperti apa sebelum memutuskan,” ucap Ibnu kepada awak media, Jumat (29/9/2023).
Kendati demikian, penerapan PJJ sangat mungkin dilakukan dalam kondisi seperti saat ini. Berkaca dari pengalaman Covid-19 beberapa tahun lalu.
Tentunya penerapan PJJ kali ini lebih matang dan siap oleh masing-masing sekolah dibandingkan sebelumnya yang belajar dari pengalaman.
“Makanya dalam situasi ini apakah saatnya belajar online di rumah. Tapi bukan diliburkan,” tuturnya.
Untuk itu, rencana PJJ itu masih di pertimbangan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melihat dari kondisi kabut asap.
Mengingat kondisi udara bisa berubah-berubah setiap harinya tergantung karhutla yang terjadi di kabupaten/kota tetangga khususnya.
“Nanti kita putuskan. Namun yang jelas proses pembelajaran harus tetap dilaksanakan meski tak harus datang ke sekolah,” katanya.
PJJ bisa saja langsung diputuskan lanjutnya, apabila karhutla makin banyak terjadi dan kabut asap kian pekat melanda Kota Banjarmasin.
“Kita melihat dari indikator data satelit dan saya kira hotspot makin banyak kelihatan. Maka memang kita harus mengambil langkah-langkah supaya mengantisipasi. Jangan sampai berdampak buruk terutama bagi anak-anak kita,” pungkasnya.
Hadiah
Foto. Hamdiah






