terasbanua.my.id, Barabai – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), H Aulia Oktafiandi mengapresiasi upaya peningkatan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Damanhuri atau RSHD Barabai.
Rencananya, rumah sakit itu akan melanjutkan pembangunan yang sempat tertunda beberapa tahun belakangan. Yakni IGD Terpadu 4 lantai.
Pemkab HST, kata Aulia terus memberikan dukungan untuk pembangunan berkelanjutan itu. Demi mewujudkan akselerasi pelayanan kepada masyarakat.
“Kita berharap dukungan dari masyarakat supaya pembangunan lanjutan RSUD H Damanhuri Barabai bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” pinta Bupati Aulia, Kamis (28/9/2023).
Dengan semakin lengkap dan canggihnya sarana dan prasarana di RSHD Barabai, Bupati Aulia sangat mengharapkan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan yang diberikan.
“Terus melangkah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tunjukkan keunggulan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Aulia.
Terpisah, Direktur RSHD Barabai, Dokter Nanda SAYU menyebut pembangunan IGD Terpadu dimulai akhir 2023 ini.
Dokter Nanda merincikan, IGD Terpadu itu berlantai 4. Lantai pertama yakni IGD, lantai 2 instalasi laboratorium, lantai 3 ruang ICU dan lantai 4 kamar operasi.
Sesuai amanah dari Kemenkes, kamar operasi mendukung operasi jantung.
“Alhmadulillah RSHD didukung penuh oleh Kemenkes dan DPR RI untuk melakukan transformasi pelayanan kesehatan,” kata Dokter Nanda.
Pada 2023 ini, kata Nanda RSHD, fokus pembangunan menggunakan dana BLUD Rumah Sakit sebesar Rp10-15 miliar. Sementara di 2024 nanti anggaran pembangunan akan dicoba pada APBD HST.
“Untuk APBD sebesar Rp50 miliar. Kemudian dari hasil audiensi ke Kemenkes, kami dapat bantuan Rp50 miliar dari APBN,” terang Nanda.
Nanda menjelaskan, keberhasilan untuk meningkatkan transformasi pelayanan itu tak lepas dari peran serta pejabat Pemkab HST yang dipimpin Bupati Aulia. Seperti Sekda HST, HM Yani dan jajarannya.
Awal 2023 lalu, kata Nanda pihak RSHD bersama Pemkab HST melakukan audiesni ke Kemenkes RI. Di sana pihaknya disambut Dirjen Pelayanan Kesehatan, Dokter Azhar Jaya.
Dari pertemuan audiensi itu, Nanda mencatat 4 poin demi keberlangsungan pembangunan untuk akselerasi pelayanan kesehatan di RSHD.

Pertama, RSHD jadi tahu jadwal sebagai lokus rujukan KJSU (kanker, jantung, stroke, uronefro) adalah pada 2025-2026. Kedua, mempersiapkan sarana dan prasaran serta SDM sejak 2023 dan 2024.
“Keempat, Kemenkes siap membantu dengan catatan, Pemkab HST dan RSHD juga menganggarkan baik dana BLUD maupun APBD untuk pemenuhan sarana, prasarana serta kuantitas dan kualitas SDM (sistem costsharing),” kata Nanda
Terakhir, Bupati dan Sekda HST menyatakan kesiapan sistem costsharing tersebut.
“Walaupun harus mengajukan pinjaman daerah ke Bank Kalsel guna mecukupi pendanaan tersebut karena berbarengan dengan persiapan pemilu 2023 dan 2024 yg tentunya banyak menyita anggaran,” terang Nanda.
Lantas bagaimana dengan SDM rumah sakitnya?
Kata Nanda, RSHD secara kuantitas tidak kurang. Tinggal membenahi kualitasnya.
Tercatat ada 229 ASN Nakes saat ini di RSHD. Di 2023 ini, pihaknya memgusulkan lagi 194 Nakes untuk PPPK.
“Kita akan berbenah meningkatkan kualitas SDM dengan dukungan dana BLUD. Serta juga dapat dukungan Pemkab HST dalam meningkatkan kualitas SDM,” terang Nanda.
Dokter sepsialis bedah itu berharap transformasi percepatan peningkatan layanan di RSHD Barabai cepat terlaksana.
“Sehingga sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh pak menteri kesehatan,” tutup Nanda.
Reporter: HN Lazuardi






