terasbanua.my.id, Barabai – Pengawasan tahapan-tahapan pemilu menjadi pembicaraan serius menjelang ‘pesta rakyat’ 2024.
Sebab, dari hasil pemilu serentak nanti menjadi ndikator penting untuk melihat praktik demokrasi di Indonesia.
Menyikapi hal itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Hulu Sungai Tengah (HST) meminta partisipatif dalam hal pengawasan.
“Pemilu yang berintegritas, diperlukan keseriusan semua pihak dalam melakukan pengawasan pada tiap tahapan–tahapannya,” kata Ketua Bawaslu HST, Nurul Huda saat Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Pemilu 2024di Aula Hotel Darul Istiqamah, Senin (18/9/2023).
Sesuai agenda, partisipatif berarti perlu dukungan berbagai pihak. Tidak hanya kewajiban penyelenggara untuk menyukseskan Pemilu Serentak 2024 nanti.
Tak salah, Bawaslu melibatkan elemen masyarakat dalam sosialiasai itu. Mulai dari pemilih pemula, organisasi kepemudaan sampai tokoh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap pemilu dan demokrasi.
Demokrasi berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Maknanya, kekuasaan negara berada di tangan rakyat.
Sampai saat ini, kata Nurul partisipasi masyarakat masih dipahami sebagai upaya mobilitas untuk kepentingan pemerintah dan negara. Padahal idealnya, masyarakat ikut serta dalam menentukan kebijakan pemerintah.
Dengan berbagai aspek yang dilakukan Bawaslu, kata Nurul, itu merupakan ikhtiar. Upaya menjaga kualitas demokrasi dan pemilu agar berjalan dengan jujur dan adil sesuai amanah undang-undang.
Karena itu, kata Nurul proses pemilu tak hanya tanggung jawab penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu. Tapi juga seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui sosialisasi itu, kami menyampaikan informasi yang utuh dan lengkap tentang apa saja terkait pengawasan pemilu partisipatif,” kata Huda.
Masalah partisipatif pemilu itu, dikupas tuntas Bawaslu HST. Mereka menghadirkan narasumber dari penggiat pemilu, akademisi serta Komisioner Bawaslu Provinsi Kalsel.
“Semoga kegiatan itu memberikan khazanah ilmu pengetahuan untuk memahami kinerja kita,” tutup Nurul.
Masalah pengawasan yang diutarakan Nurul itu diamini Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kalsel, Thessa Aji Budiono. Dia menyebut pemilu yang berintegritas dan sukses memang lahir dari peran semua elemen.
Aji pun meminta kepada seluruh elemen agar aktif melakukan pengawasan. Supaya pelaksanaan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik dan sukses.
“Pemilu merupakan satu-satunya kontestasi terbesar di Indonesia karena bisa melibatkan semua elemen. Mulai dari pemilih maupun penyelenggara,” tutup Aji.
Sosialisasit soal Partisipasi Pemilu 2024 itu juga dihadiri Panwascam dan PPK se HST.
Reporter: HN Lazuardi






