Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 15 Sep 2023 14:58 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Tren Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Banjarmasin Naik Selama 5 Tahun Terakhir


 Ilustrasi kekerasan dialami perempuan dan anak (istimewa). Perbesar

Ilustrasi kekerasan dialami perempuan dan anak (istimewa).

terasbanua.my.id, Banjarmasin – Data kekerasan anak dan perempuan yang telah ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Jika dirincikan di tahun 2019 tercatat ada 57 kasus, tahun 2020 ada sebanyak 77 kasus. Kemudian di 2021 ada 91 kasus dan paling tinggi di 2022 ada sebanyak 156 kasus.

“Memang trennya meningkatkan beberapa tahun belakangan. Sedangkan tahun 2023 ini dari data terakhir per Agustus lalu ada 83 kasus kekerasan,” ungkap Plt Kepala DP3A Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, Jumat (15/9/2023).

Melihat kondisi itu, Madan sapaan akrabnya berusaha menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi preventif dan promotif.

Termasuk persoalan bullying di lingkungan sekolah baik itu di jenjang SD, SMP hingga SMA. Bahkan edukasi menyasar di tingkat kelurahan di masing-masing wilayah.

“Itu yang terus kami lakukan lebih banyak edukasi preventif dan promotif,” ujar Madan.

Adapun data kekerasan dari lima tahun terakhir itu banyak laporan kekerasan terhadap perempuan dewasa yang totalnya mencapai 181 kasus.
Kemudian kekerasan terhadap anak-anak perempuan 174 kasus dan anak laki-laki sebanyak 109 kasus.

“Penanganan kita lebih serius terhadap anak-anak karena mereka generasi penerus untuk itu harapan kita ke sekolah-sekolah melalui guru-guru juga terus mengedukasi mengenai bullying pada siswa,” jelasnya.

Mengingat kasus bullying memang sangat terjadi di lingkungan sekolah dan bisa melebar di luar itu. Maka dari itu, keterlibatan guru sangat penting dalam penanganan tersebut.

“Jangan sampai olokan-olokan berlebihan menjadi permasalahan yang mengarah ke bullying. Jadi bercanda sewajarnya saja,” akhirnya.
Hamdiah
Foto. Istimewa

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin