terasbanua.my.id, Barabai – Hutan dan lahan di Desa Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur (BAT) Hulu Sungai Tengah (HST) direhabilitasi.
Program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) itu dilakukan dengan penanaman pohon. Total, seluas 380 hektare ditanami pohon.
Dalam hal RHL itu, Pemkab HST bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Hulu Sungai (BPDAS) Barito, Dirjen Pengendalian DAS dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru.
Penanaman pohon dipimpin langsung Bupati HST, H Aulia Oktafiandi, Minggu (13/8/2023).
“Ini menunjukan save meratus bukan hanya omongan saja, tapi kita laksanakan dalam kerja nyata,” tegas Bupati Aulia.
Bupati Aulia menilai, gerakan itu salah satu langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan lingkungan kita. Sebab pohon bukan hanya sekedar tanaman, tetapi juga merupakan simbol kehidupan, kesinambungan ekosistem dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Degan menanam pohon, kita berinvestasi untuk kesehatan lingkungan, kualitas udara yang lebih baik serta memberikan tempat berlindung bagi hewan dan tumbuhan,” papar Aulia.
Bupati Aulia mengucap terima kasih kepada BPDAS Barito karena RLH bisa dilaksanakan.
“Mudah-mudahan penanaman rehabilitasi hutan dan lahan yang dilakukan di desa Hinas Kiri ini dapat dapat menjaga Kawasan hutan meratus,” harap Aulia.
Dalam laporan Kepala BPDAS Barito, Supriyanto Sukmo Sejati menyebut RHL dilakukan untuk memulihkan lahan yang kritis menjadi lahan yang stabil atau menjadi hijau.

Bupati Aulia memimpin gerakan tanam pohon di Hinas Kiri BAT
“Ini merupakan tugas kami bekerja sama dengan KPH Hulu Sungai dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. yang melanjutkan program revolusi hijau dari Pak Gubernur (H Sahbirin Noor),” kata Supriyantom
Keberadaan RHL, kata Supriyanto bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Terutama dalam hal meningkatkan ekonomi karena hasilnya yang bisa dikelola.
Pihaknya akan berperan selama 3 tahun dari masa penanaman hingga pemeliharaan tahun pertama dan kedua. Pada tahun ke 3 diserahkan kepada pemangku.
Setelah itu, kelompok tani benar-benar melaksanakan kegiatan, sejumlah 380 hektare. Sebab, program ini prioritas dari kementerian kepada kelompok tani yang terpilih di Hinas Kiri.
“Kegiatan ini tidak menghendaki kepemilikan tanah, hasilnya sepenuhnya untuk masyarakat, bukan untuk lainnya,” terang Supriyanto.
Turut serta menanam pohon, Kepala BPDAS Barito, KPH Hulu Sungai, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Kepala Dinas LH dan Perhubungan HST, Perkim, Disporapar, Satpol PP dan Camat BAT.
Reporter: HN Lazuardi/ rie






