terasbanua.my.id, Rantau – Tarian Manugal yang ditampilkan SMAN 1 Barabai berhasil meraih peringkat terbaik 3 kategori pelajar di Tapin Art Festival 2023, Rabu, (9/8/2023).
Dewan juri, Ari Ersandi, Budi Jaya Habibi, Lupi Anderiani, Sri Hermina dan Bathara Saverigadi Dewandoro memutuskan SMAN 1 Barabai dengan nilai 1.170. Sehingga berada diperingkat tiga.
Sedangkan untuk peringkat dua diraih SMAN 1 Kandangan dengan nilai 1.275. Sedangkan peringkat satu disabet SMAN 2 Sampit dengan nilai 1.350.
Pelatih Tari sekaligus Ketua Sanggar Gandewa Art Murakata, Ansyari Rahmat mengatakan, selain peringkat tiga terbaik itu, pihaknya juga diganjar penghargaan sebagai lima besar penata tari terbaik non ranking dan penata busana terbaik non ranking.
“Tujuan utamanya untuk memberikan apresiasi kepada para siswa dan menempa mental mereka untuk tampil. Sedangkan penghargaan ini hanya bonus dari jerih payahnya karena sering latihan,” jelas Ansari saat mendampingi para penarinya.
Lebih lanjut, melalui penampilan Tari Manugal, pihaknya ingin mengenalkan terkait mata pencaharian masyarakat Meratus yang sejak dulu sampai sekarang melaksanakan tradisi bercocok tanam dengan sistem Manugal itu.
“Penari yang tampil tujuh orang. Tema, kostum, musik dan gerak-geraknya pun kita sesuaikan sedemikian rupa berkaitan dengan mata pencaharian,” jelasnya.
Tari Manugal itu, kata Ansyari, dari awal hingga akhir prosesinya dikonsep sedemikian rupa. Hasil manugal itu bagi masyarakat Meratus tidak sembarangan dan tidak bisa langsung dikonsumsi atau dimakan.
“Jadi kita gambarkan juga lewat karya itu supaya bisa mengangkat nilai-nilai luhur masyarakat Meratus yang selalu menjaga hubungan antara alam, sesama manusia, dan tuhan,” jelasnya lagi.

Ansyari mengatakan, kondisi panggung dan lapangan terbuka menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk penampilan. Bahkan, sempat ada beberapa peserta lain yang roboh karena terjangan angin deras dan disarankannya untuk dievaluasi kedepannya.
Pada prinsipnya, kata Ansyari, adanya event ini sebagai wadah silaturahmi antar pelaku seni, koreografer, penari dan merupakan wadah untuk mereka pula berkreativitas.
“Semoga event seperti ini selalu ada dan meningkat lagi guna menyalurkan kreativitas para pelaku seni dan berbagai kalangan, terlebih dapat meningkatkan prestasi peserta didik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Imam Renaldy mengatakan, Tapin Art Festival ini digelar sejak 5-9 Agustus 2023. Kegiatan tahun ini bertajuk “Agung Budaya Anjung Banua”.
“Tema yang diusung tentang kearifan perekonomian masyarakat pada parade tari se-Kalimantan,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, pihaknya mencatat ada sekitar puluhan ribu masyarakat turut hadir dan meramaikan kegiatan. Putaran ekonomi pada event tersebut juga ditergetkan sekitar Rp 10 milyar.
Reporter: HN Lazuardi/ rie






