terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kampung Baiman menjadi salah satu program yang dikebut oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin saat ini.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pencanangan kampung KB ditargetkan akan diselesaikan tahun 2023 pada 44 kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin.
“Mudah-mudahan model pembangunan pendekatan dimana program-program KB bisa dilaksanakan dan keunggulan dari sebuah kampung itu bisa terangkat,” ucap Ibnu usai mencanangkan Kampung KB di Kelurahan Banua Anyar, Rabu (26/7/2023).
Namun yang jelas lanjut Ibnu, hadirnya kampung KB bertujuan untuk memaksimalkan pencapaian dari program KB di sebuah wilayah.
Di samping menjadi upaya dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam menangani kasus stunting pada anak.
“Jadi penanganan stunting masuk dalam kampung KB yang mana bersinergi dengan SKPD terkait. Contohnya Dinas PUPR dalam bidang infrastruktur,” tuturnya.
Selain itu, Ibnu ingin hadirnya kampung KB bisa jadi salah satu upaya dalam tertib administrasi kependudukan dan tentunya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Makanya tadi secara simbolis kita serahkan KTP, Kartu Keluarga, KIA dan angka kelahiran. Ini bagian dari inovasi Pemko khususnya dari dinas terkait untuk memberikan pelayanan kependudukan dan administrasinya lengkap serta tertib di sebuah kelurahan,” tutupnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, Helfiannoor menambahkan dalam pencanangan Kampung KB itu menghadirkan sebuah inovasi dari pihaknya dengan nama Tim Pendamping Keluarga Generasi Berencana Peduli Stunting (TPK Genre Penting).
“Sesuai peran Kampung KB yang juga ikut menangani stunting makanya kita luncurkan inovasi TPK Genre Penting,” jelas Helfian.
Tugas dari para kader TPK Genre Penting nantinya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan pendataan pada keluarga-keluarga beresiko stunting.
Selain itu, remaja yang tergabung dalam Genre Penting itu akan berperan dalam memberikan informasi pada teman sebayanya akan pentingnya tentang penundaan pernikahan usia muda, pemahaman tentang reproduksi dalam upaya pencegahan pernikahan dini. Mengingat salah satu faktor resiko anak stunting disebabkan pernikahan dini.
“Jadi berkolaborasi dalam hal ini,” ujarnya.
Dirinya juga memberikan kebebasan pada masing-masing kampung KB jika ingin membuat sebuah inovasi dalam memaksimalkan program yang dijalankan.
“Ya dipersilahkan, khususnya kelompok kerja kampung KB itu sendiri,” katanya.
Di samping itu, diungkapkannya di tahun 2023 ini ada dua kelurahan lagi yang bakal dicanangkan kampung KB.
“Besok terakhir jadi pas 44 kampung KB kita canangkan. Sedangkan tahun 2024 nanti ada 8 lokus target pencanangan,” pungkasnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






