terasbanua.my.id, Banjarmasin – Film Jendela Seribu Sungai (JSS) menggelar meet and greet bersama pemain di kawasan Tempoe Doeloe Bandarmasih pada Senin (10/7/2023).
Aktor dan aktris yang hadir dalam meet and greet film JSS itu yakni Agla Artalidia, Mathias Muchus, Halisa Naura, Muhammad Dicky Syafii didampingi oleh sutradara film JSS, Sukma Roy.
Dalam meet and greet itu, penulis novel JSS Miranda serta vokalis band Radja, Ian Kasela pengisi sountrack yang berjudul “Selalu Ada Jalan” turut berhadir.
Tak hanya itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Wakil Walikota Banjarmasin, Arifin Noor dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman nampak berhadir pula.
Tentunya meet and greet para pemain JSS itu, sebagai launchingnya pemutaran film yang serentak tayang pada 20 Juli 2023 mendatang di layar lebar.
Salah satu pemain JSS, Halisa Naura mengatakan diikut sertakan dirinya dalam proses pembuatan film adaptasi novel karya anak banua itu tentu jadi kebanggaan tersendiri.
Mengingat masuk dalam dunia akting merupakan pengalaman pertamanya. Apalagi untuk pertama kalinya itu, dirinya langsung bermain di film layar lebar.
“Rasanya bangga dan tidak menyangka akan berperan sebagai pemeran utama di film JSS sebagai Kejora,” ucap Naura.
Hal senada juga disampaikan, Muhammad Dicky Syafii yang berperan sebagai Ganang temannya dari pemeran utama, Arian di film JSS.
“Senang dan bangga bisa bermain dalam film JSS dan film ini jadi film pertama layar lebar saya,” tuturnya.
Selama bermain, menurutnya tidak ada kesulitan berarti karena bisa teratasi dirinya dengan baik. Misalnya saja, cuplikan film saat bermain jukung yang mana dirinya tidak bisa mengayuh dan berenang.
“Alhamdulillah bisa terlewati dengan baik,” katanya.
Ia sendiri lanjutnya, memang sudah berkutak dalam peran seni dalam beberapa film lokal dan film nasional sebagai pemeran pendukung.
Melalui film JSS ini, ia berharap bisa menjadi jalan baginya untuk bisa bermain di film layar lebar lebih banyak lagi nanti.
“Semoga ini jadi jalan saya untuk di seni peran,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan film JSS merupakan film pertama di produser oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.
“Dan pertama kali juga masuk layar lebar di Indonesia,” kata Ibnu dalam sambutannya.
Ibnu berharap melalui film JSS ini, seluruh potensi-potensi yang ada di Kota Banjarmasin bisa memunculkan kreatifitasnya.
Selain itu, menurutnya seluruh sudut Kota Banjarmasin adalah ruang kreasi dan ruang budaya. Jadi dipersilahkan untuk selalu berkreasi.
“Asalkan positif pemko pasti mendukung. Penting menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang sangat kondusif,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






