terasbanua.my.id, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin membagikan bakul purun pada pada panitia kurban di setiap mesjid dan mushola pada perhelatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kamis (22/5/2023) kemarin.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pembagian bakul purun sendiri bertujuan untuk menggantikan kegunaan kantong plastik sebagai pembungkus daging kurban yang akan dibagikan.
“Mudah-mudahan ibadah kurban yang dilaksanakan berjalan lancar tetapi juga bebas kantong plastik,” ucap Ibnu.
Tak lupa, Ibnu mengingatkan masyarakat khususnya panitia kurban agar tidak membuang jeroan, darah dan kotoran dari hewan kurban sembarang. Apalagi sampai ke sungai.
Alangkah baiknya lanjut orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu, limbah hewan kurban dikubur ke dalam tanah saja.
“Jangan di lempar ke sungai karena itu akan mencemari lingkungan kita,” katanya.
Ia menuturkan tak ingin lagi melihat kotoran hewan ternak terutama jeroan ditemukan mengambang di sungai seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Jangan sampai seperti dua tahun lalu Balai Kota dikirim jeroan yang hanyut dan itu saya kira jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menuturkan pembagian bakul purun kepada panitia kurban dilaksanakan setiap tahunnya.
Tentunya hal itu, sebagai upaya untuk memotivasi masyarakat lainnya agar terbiasa tidak menggunakan kantong plastik untuk membungkus terutama pada momen Hari Raya Idul Adha.
“Kami mencoba untuk memotivasi masyarakat agar bebas kantong plastik pada saat ibadah kurban,” kata Alive.
Untuk tahun ini lanjut Alive, ada sekitar 1.500 bakul purun yang dibagikan ke seluruh tempat ibadah muslim yang ada di Kota Seribu Sungai. Dimana setiap panitia kurban mendapatkan pembagian sekitar 100 purun bakul.
Selama ini lanjutnya, upaya pembagian bakul purun dengan maksud untuk bebas penggunaan kantong plastik tak membuahkan hasil yang maksimal seperti yang diharapkan.
Hingga ia tak menampik, masih ada panitia kurban yang menggunakan kantong plastik sebagai pembungkus daging kurban.
“Ada yang berubah ada yang tidak karena persoalan ini sudah mengarah kesadaran individu masing-masing. Tapi kami berharap kesadaran masyarakat sendiri untuk peduli lingkungan,” tuturnya.
Di samping itu, senada dengan Wali Kota Banjarmasin, ia menghimbau agar selalu menjaga sungai- sungai dari limbah yang merusak seperti jeroan hewan kurban.
“Kita harapkan masyarakat tetap menjaga dan tidak membuang limbah hewan kurban sembarangan apalagi ke sungai karena mencemari,” akhirnya.
Hamdiah/ rie
Foto. Hamdiah






