Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Banjarmasin · 12 Jun 2023 19:36 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Forum Wakada Minta Kemendagri Buat Regulasi Baru


 Forum Wakada Minta Kemendagri Buat Regulasi Baru Perbesar

terasbanua.my.id, Solo – Forum Wakil Kepala Daerah (Wakada) se Indonesia sepakat dalam melaksanakan tugas, terutama terkait potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan isu-isu politik tahun 2024, perlu dilandasi dengan regulasi baru.

Menurut Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor, kegiatan Workshop Etika Pemerintahan dan Isu-isu Politik 2024, yang dilaksanakan Forum Wakil Kepala Daerah, Korwil Jawa Tengah itu bertujuan untuk memperbaharui kejelasan tugas-tugas wakil kepala daerah yang sudah ada.

“Tadi kita sudah berdiskusi bersama beberapa wakil kepala daerah tentang perlunya regulasi hukum untuk memperbaharui kejelasan tugas-tugas wakil kepala daerah,” ujarnya Senin (12/06/2023).

Dengan adanya kesepakatan yang akan menjadi rekomendasi untuk disampaikan ke pemeritah pusat tersebut, H Arifin Noor berharap akan muncul regulasi baru yang lebih baik dari sebelumnya.

“Mudah-mudahan ini nantinya akan di akomodir oleh Kemendagri dengan terbitnya sebuah peraturan yang nantinya dapat mengatur dengan baik lagi tugas-tugas wakil kepala daerah,” harapnya.

Dari data yang terhimpun, Workshop Etika Pemerintahan dan Isu-isu Politik 2024 yang dilaksanakan Hotel Sahid Jaya – Solo, bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Manajemen Pemerintahan itu dibuka langsung oleh Kabid Politik dalam Negeri, Sulistyo Yuli Utomo, mewakili Gubernur Jawa Tengah.

Hot isu dalam forum tersebut membahas situasi saat ini tepatnya pasca reformasi 1998, dimana Indonesia dihadapkan pada situasi yang dilematik, satu sisi demokratisasi telah memberikan kebebasan yang luas bagi setiap orang, termasuk para wakil kepala daerah selaku penyelenggara Negara, untuk berekspresi dan mengaktualisasikan diri diruang publik.

Namun dengan perubahan tersebut, ternyata tidak diiringi dengan sebuah pedoman tata berperilaku yang mengakar pada nilai dan norma sosial, agama dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Sehingga kini bermunculan fenomena-fenomena baru berupa perilaku, tindakan dan kebijakan pemerintahan yang dipandang tidak sesuai dengan standar etika bangsa Indonesia.

Tak hanya itu, dalam diskusi tersebut juga dibahas terkait kewenangan wakil kepala daerah saat ini yang dipandang masih perlu penjelasan detail.

Terlebih, dalam aturan pembagian tugasnya, wakil kepala daerah tidak termasuk lagi dalam jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Diskominfotik/Hamdiah/rie

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Banjarmasin Berbagi Daging Kurban untuk Penderita Stunting

28 Mei 2026 - 02:00 WITA

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momentum Idul Adha 1447 H

27 Mei 2026 - 01:54 WITA

Sambut Idul Adha 1447 H, Wali Kota Banjarmasin Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto Seberat 973 Kg ​

26 Mei 2026 - 01:50 WITA

Banjarmasin Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 ​

26 Mei 2026 - 01:44 WITA

Ketua Dekranasda Banjarmasin Ikuti Ladies Program APEKSI 2026 di Pontianak, Jadi Ruang Kolaborasi dan Promosi Produk Kerajinanan

24 Mei 2026 - 01:38 WITA

APEKSI, Wali Kota Yamin : Ruang Berbagi Pengalaman dan Inovasi Antar Pemerintah Kota

23 Mei 2026 - 01:28 WITA

Trending di Banjarmasin