Menu

Mode Gelap
ASN Pemko Banjarmasin Berlarian ke Luar Gedung Saat Gempa Getaran Hitungan Detik Berantas Geng Motor, Pemko Banjarmasin Bakal Lakukan Pembinaan Para Remaja Terjaring Best World Kindai Hotel Banjarmasin Tawarkan Menu Promo “BBQ Weekend Night” Ini Pengakuan Saksi Kasus Penusukan Pelajar, Pelaku Minta Ditemani Saksi Ke Ruang Kelas Korban Jelang Isya, ‘Gudang Ulin’ Telang HST Diamuk Si Jago Merah

Hulu Sungai Tengah · 25 Mei 2023 19:23 WITA ·

Avatar badge-check

Reporter

Jajanan Khas HST, Cerita Unik Dibalik Nama Kue Balikuhai


 Jajanan Khas HST, Cerita Unik Dibalik Nama Kue Balikuhai Perbesar

terasbanua.my.id, Barabai – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, seperti pegunungan Meratus, namun juga jajanan khasnya.

Anda tahu?  kini ada kudapan menarik di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Jika selama ini, HST terkenal dengan kue atau Wadai Apam. Di sisi lain ada cemilan yang juga enak disantap maupun untuk buah tangan atau oleh-oleh.

Wadai atau kue khas HST, Balikuhai./istimewa7

Wadai Balikuhai. Sering disebut waffelnya Bumi Murakata oleh kaum milineal di HST. Nyaris seperti Waffel di Eropa.
Cemilan ini bisa didapati di pasar-pasar tradisional di HST. Juga ada di Car Free Day (CFD) saban Minggu di kawasan Lapangan Dwi Warna Kota Barabai.

Kue Balikuhai berbahan utama yakni, tepung beras itu,  membuat teksturnya lebih padat dan rasanya manis serta gurih.

Bahan tepung beras kemudian dicampur ke dalam adonan santan rebus dan telur bebek. Juga ditambah irisan gula merah sebagai pemanis.

Untuk memperkaya cita rasa, adonan juga ditambahkan rempah adas.

“Campuran bahan itu membuat rasa Balikuhai menjadi khas,” kata Putri Pariwisata HST, Noor Mila Amalia,  kepada terasbanua.my.id, Kamis (25/5/2023).
Bahan yang sudah tercampur merata itu, kemudian dituangkan ke dalam cetakan atau wajan dengan motif kotak-kotak, persis waffel. Dimasak dengan api kecil hingga matang.

“Selama proses memasak, adonan tadi diperciki telur kocok dan mentega menggunakan kuas daun pandan,” terang Amalia.

Balikuhai yang telah matang dibungkus daun pisang untuk dijual. Biasanya harganya berkisar antara Rp5000-10.000 per bungkus.

“Cocok untuk dinikmati bersama dengan secangkir kopi maupun teh. Teksturnya lembut dan manis,” kata Amalia.

Dibalik nama Balikuhai, rupanya ada kisah unik dalam penyebutan wadai ini. Ya jajanan khas HST ini sudah ada puluhan tahun.

Putri Pariwisata HST, Amalia.

Bahkan kaum melinial pun belum banyak mengenal kue itu. Karena kue itu tergolong jadul.

Kata Amelia, nama Balikuhai bermula dari pembicaraan seorang ibu yang menyuruh anaknya untuk membalik kue agar tidak gosong.

“Dalam bahasa Banjar, ‘Balik luhai biar kada hangit’. Sejak itulah, kue ini disebut  Balikuhai,” tutup Amalia.

Reporter: HN Lazuardi/ rie

Artikel ini telah dibaca 143 kali

Baca Lainnya

Ke RSHD Barabai, Ombudsman Tegas Soal Pelayanan Publik

4 September 2025 - 20:06 WITA

RSHD Barabai Kembali Gandeng Kejaksaan HST

7 Agustus 2025 - 17:06 WITA

RSHD Berikan Dukungan Medis ke Rutan Barabai

6 Agustus 2025 - 16:59 WITA

RSHD Barabai Gelar Pelatihan Emergency

14 Juli 2025 - 16:53 WITA

Komisi I DPRD HST Sidak ke RSHD Barabai

12 Juni 2025 - 16:46 WITA

RSHD Barabai Gandeng Lazismu HST Kelola ZIS, Simak Manfaatnya!

16 Mei 2025 - 16:39 WITA

Trending di Hulu Sungai Tengah