terasbanua.my.id, Banjarmasin – Sepekan jelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 2023, pelaku jasa penukaran uang baru nampak sudah menjamur di Kota Banjarmasin.
Terlihat dari pantauan terasbanua.my.id pada Sabtu (15/4/2023), para pelaku jasa penukaran uang baru itu banyak berjejer di sepanjang Jalan Lambung Mangkurat.
Suryadi, salah satu pelaku jasa penukaran uang baru yang mangkal di kawasan itu mengaku transaksi penukaran uang sudah mulai meningkat dari hari biasanya.
“Iya sudah mulai ramai melakukan penukaran uang,” ungkap Suryadi kepada terasbanua.my.id.
Menurutnya, fenomena tersebut sudah biasa terjadi karena orang males mengantri panjang ke bank yang cukup memakan waktu.
Ia memprediksi, transaksi penukaran uang akan terus meningkat. Seiring mendekati lebaran.
Adapun dari beragam uang baru yang ditawarkan, menurutnya nominal yang paling banyak ditukarkan orang biasanya adalah pecahan uang Rp. 5 ribuan.
Untuk jasa penukaran uang, akan dikenakan biaya mulai dari 5 persen bahkan hingga 15 persen. Hal tersebut menyesuaikan kondisi.
“Untuk sekarang masih di 10 persen. Nanti H-2 atau stok menipis dan bank sudah tutup itu bisa naik sampai 15 persen,” katanya.
Tak dipungkirinya, jasa penukaran di tahun ini terbilang merosot dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, penyebab menurunnya jasa penukaran dikarenakan kondisi ekonomi saat ini yang memang sedang sulit.
Hal tersebut, nampaknya membuat banyak pelaku jasa penukaran uang baru memilih berganti profesi lain.
“Merosot itu bukan karena banyak pesaing tapi memang kondisi sekarang sedang sulit,” tuturnya.
Berbeda dengan dirinya yang sudah bergelut di profesi tersebut selama 25 tahun dan memiliki toko sendiri untuk penukaran uang baru tersebut.
“Saya tidak mangkal di sini saja, di rumah ada tokonya untuk jasa penukaran. Baik itu uang baru, sobek ataupun mata uang asing. Makanya saya tetap bertahan,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






