terasbanua.my.id, Barabai – Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) membuka memfasilitasi pelaku UMKM selama Ramadhan 1444 Hijriah dengan membangunkan pasar.
Tidak hanya pedagang, pengunjung pun diuntungkan dengan mendatangi Pasar Ramadhan yang terletak di sepanjang jalan depan Gedung Murakata. Sebab banyak fasilitas gratis yang disediakan, seperti lapak dan parkiran.
“Harga makanan yang dijual pun terjangkau,” kata Bupati HST, H Aulia Oktafiandi, Rabu (29/3/2023).
Sebelumnya, Pemkab melalui Disdag HST memfasilitasi 67 lapak bagi pedagang atau UMKM di pasar Ramadhan.
Pasar itu diresmikan langsung oleh Bupati Aulia didampingi sang istri sekaligus Ketua TP PKK HST, Chery Bayuni Budjang, Jumat (24/3/2023) lalu.
Plt Kepala Disdag HST, Rafinorrahman menyebut, Pemkab juga menyediakan tempat bagi pedagang lainnya untuk berjualan di sekitar pasar.
“Pasar Ramadan kali ini dilaksanakan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait untuk gelaran setiap harinya,” kata Rafi.
Pasar Ramadan itu juga diisi stan-stan dari pemerintah, seperti dari Badan Urusan Logistik (Bulog) yang akan menjual sembako serta beras dan daging murah kepada masyarakat.
“Tentunya gelaran ini bertujuan selain untuk mengendalikan inflasi, turut juga untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil,” terang Rafi.
Untuk itu, Disdag HST akan rutin setiap hari melakukan pendataan terhadap omset di pasar Ramadan.

“Semoga pasar itu dapat menjadi event tahunan dan diarahkan kepada wisata kuliner daerah,” harap Rafi.
Selain di jalan seputaran Gedung Murakata, ada juga Pasar Ramadhan di depan Pasar Keramat Barabai. Namun, kata Rafi itu di luar dari fasilitas Pemkab HST.
“Pada dasarnya, pasar Ramadhan yang ada di Pasar Keramat itu sifatnya pribadi. Sedangkan yang ada di sini (Depan Gedung Murakata Barabai) ini yang kita fasilitasi,” jelas Rafi.
Rafi menyebut, pasar itu sama ditempati paguyuban pasar yang tak lain pelaku UMKM di HST. Bedanya tidak difasilitasi Pemkab HST.
“Saat rencana pembukaan Pasar Ramadhan di depan Gedung Murakata ini kami sudah melakukan komunikasi dengan peguyuban pedagang di Pasar Keramat. Tetapi mereka memilih untuk tetap berdagang di sana,” tutup Rafi.
Reporter: HN Lazuardi






