terasbanua.my.id, Barabai – BPBD Hulu Sungai Tengah (HST) merilis data terbaru dampak banjir di Bumi Murakata, Sabtu (18/3/2023). Dalam rilis BPBD HST per 17 Maret 2023, 1.304 rumah terdampak, 29 di antaranya mengalami rusak.
“Ada 21 rumah rusak ringan, 6 rusak berat. Dua unit rumah hilang (terseret arus banjir-red) di Kecamatan Hantakan,” rinci Kalak BPBD HST, Budi Haryanto.
Dua rumah hilang tersebut yakni di RT 3 Desa Tilahan. Ada 4 kepala keluarga di sana yang rumahnya terdampak.
Banjir yang melanda HST sejak Kamis (16/3/2023) sore melanda 5 dari 11 kecamatan di HST.
Banjir menggenangi 15 desa. Ironisnya satu desa mengalami longsor dan jembatan penghubung di Desa Patikalain putus akibat disapu air luapan sungai yang bermuara di Meratus.

Sisa puing-puing rumah warga Desa Tilahan RT 3 Hantakan yang hilang tersapu arus sungai, Sabtu (18/3/2023).
Ribuan jiwa pun terdampak banjir pada Maret 2023 ini. BPBD HST menghitung, sudah 1.606 kepala keluarga dengan jumlah 4.688 jiwa terdampak banjir.
Sementara itu, Bupati HST, H Aulia Oktafiandi mengintruksikan agar semua pihak terlibat dalam penanganan musibah itu.
Ia meminta agar BPBD HST terus siap siaga terutama membantu hingga mengevakuasi warga yang terdampak. Selain itu, Aulia juga mengintruksikan agar membuka dapur umum.
“Untuk SKPD lainnya harap berkolaborasi mendukung penanganan banjir,” pinta Aulia.
Saat ini air yang menggenangi pusat Kota HST mulai mengering. Hanya wilayah permukiman yang dekat dengan bantaran Sungai Barabai dan dataran terendah yang masih digenangi air luapan.
Sementara air kiriman banjir di Barabai ini mulai lari ke dataran terendah di HST, salah satunya di Sungai Buluh Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU).
Ketinggian air di desa yang berada di daerah rawa ini bahkan sempat mencapai sepinggang orang dewasa. Akibatnya akses jalan sulit ditempuh menggunakan kendaraan roda 2 dan 4.
“Sudah satu minggu lebih terdampak. Namun kini air menyurut hingga selutut,” kata Pembakal Sungai Buluh, Suriani.
Reporter: HN Lazuardi






