terasbanua.my.id, Barabai – Spanduk larangan di kawasan bazar ramai jadi bahan perbincangan warga Hulu Sungai Tengah (HST).
Sebab, dalam spanduk itu ditulis pedagang kaki lima (PKL) dilarang berjualan di Bazar yang digelar di seputaran Lapangan Dwi Warna Barabai sejak Senin (20/2/2023).
Padahal, agenda itu memiliki tema Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tujuannya tentu untuk mempromosikan wisata dan mendongkrak ekonomi masyarakat.
Plt Kepala Disporapar, Ramadhan menyebut ada kesalahan redaksi dalam pembuatan spanduk itu.
Harusnya, kata Ramadhan, tempat yang dipajangi spanduk itu steril dari PKL. Dia menilai bila tergabung dengan stand bazar akan terjadi kesemrautan.
Karena itu, untuk tertibnya PKL diatur berjualan di lokasi yang sangat strategis berdekatan dengn kawasan bazar.
“Mereka (PKL-red), selama bazzar ditempatkan di lokasi kawasan taman bermain yg berdekatan dengan lokasi bazar. Jadi tidak dilarang,” kata Ramadhan, Selasa (21/2).

Pengguntingan pita oleh Bupati HST, H Aulia Oktafiandi yang didampingi sajg Istri, Cheri Bayuni Budjang tanda resminya agenda Bazar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibuka, Senin (20/2/2023).
Pihak Disporapar pun sudah menyampaikan hal itu kepada pihak Even Organizer (EO) untuk mengganti redaksi spanduk tersebut.
“PKL juga tidak dipungut untuk membayar lapak, alias gratis. Dengan syarat mereka bersedia berjualan secara tertib sesuai aturan, semoga PKL kita selalu dapat tertib dan teratur berjualan,” tutup Ramadhan.
Sebelumnya, Bazzar Pariwisata dan Ekonimi Kreatif yang di pusatkan di Lapangan Dwi Warna di buka secara resmi oleh Bupati HST, H Aulia Oktafiandi, Senin (20/2).
Event yang digelar ditujukan untuk mendongkrak perekonomian HST. Pemkab juga menyediakan pasar murah untuk membantu keperluan pokok masyarakat.
Even yang ditangani Disporapar ini akan berlangsung selama 5 hari. Terhitung sejak 20 – 25 Februari 2023.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan perekomian HST melalui gerakan membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif melaui inovasi dan kolaborasi guna mewujudkan HST yang makmur, unggul dan dinamis,” tutup Ramadhan.
HN Lazuardi






