terasbanua.my.id, Banjarmasin – Warga Kota Banjarmasin mulai beralih menggunakan beras Pamanukan sebagai pengganti beras banjar atau lokal yang terus mengalami kenaikan harga akhir-akhir ini.
Salah satunya Iin warga asal Veteran yang mengaku sudah mengonsumsi beras Pamanukan beberapa bulan belakangan.
Menurutnya, selama beras lokal terus mengalami kenaikan, ia beranjak mengalih beras yang dikonsumsi dengan harga yang jauh murah dan rasanya tidak terlalu jauh berbeda.
“Tidak terlalu pulen seperti beras Jawa. Jadi bisa dikonsumsi seperti beras banjar dan harganya cuman Rp. 11 ribu per liternya saja” ucap Iin kepada terasbanua.my.id, Selasa (21/2/2023).
Sedangkan untuk harga beras banjar lanjutnya, paling murah Rp. 14 ribu per liternya itu pun kualitas beras biasa. Adapun beras lokal paling bagus jenis mayang itu sudah mencapai Rp. 20 ribu per liternya.
Sebelumnya, harga beras Pamanukan sempat di harga Rp. 9 ribu per liternya. Namun seiring beras lokal terus mengalami kenaikan dan permintaan beras Pamanukan cukup banyak hingga tak heran mengalami kenaikan.
Hal senada juga diungkapkan Ilah warga Pemurus Baru. Namun ibu rumah tangga itu mengaku tidak serta merta langsung menganti beras yang akan dikonsumsinya bersama keluarga di rumah.
Mengingat berhubungan dengan selera dari orang rumah yang memang hanya bisa mengonsumsi beras banjar saja.
“Jadi cukup campur beras banjar dengan sedikit beras Pamanukan. Jadi rasanya tidak terlalu berubah,” ujarnya.
Hal itu lanjutnya, cukup menghemat pengeluaran bulannya di tengah kenaikan harga bahan pokok saat ini.
Selain itu, ia juga memanfaatkan pergelaran pasar murah di Kota Banjarmasin untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga cukup terjangkau dibandingkan pasaran.
“Cukup membantu ada pergelaran pasar murah. Jadi harus pintar-pintar mengelola agar uang bulanan cukup meski harga serba naik,” pungkasnya.
Hamdiah
Foto. Hamdiah






